Iran Vs Amerika Memanas
Iran Tak Sudi Damai dengan AS-Israel: Rudal Terberat akan Diluncurkan
Iran menegaskan telah menutup pintu damai, kecuali mereka menerima jaminan bahwa serangan seperti saat ini tidak akan terjadi lagi ke depannya.
Naeini juga mengatakan bahwa Iran kini lebih siap dibandingkan perang 12 hari tahun lalu yang dilancarkan oleh AS dan Israel.
Dia bahkan menggambarkan konfrontasi militer yang sedang berlangsung sebagai "perang suci dan sah".
Sementara Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, sebelumnya juga mengatakan negaranya menutup pintu damai atas serangan yang dilakukan AS maupun Israel.
Atas dasar itu, Boroujerdi memastikan Iran akan membereskan AS dan Israel di lapangan perang.
“Kali ini Iran akan membereskan pihak musuh di lapangan perang,” kata Boroujerdi dalam acara doa bersama dan penandatanganan petisi Solidaritas Kemanusiaan di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026), dikutip dari Kompas TV.
Boroujerdi menjelaskan, keputusan Iran untuk menyelesaikan konflik dengan AS dan Israel di lapangan perang karena sudah tidak percaya dengan negara tersebut.
Sebab dalam tiga kali negosiasi yang dilakukan Iran terhadap negara barat itu, serangan tetap dilakukan.
“Iran sudah tiga kali melakukan negosiasi dan hasilnya iran tetap diserang,” ucap Boroujerdi.
Boroujerdi juga sempat dikonfirmasi perihal Presiden Prabowo Subianto yang siap menjadi mediator perdamaian bagi Iran dan AS-Israel.
Dia mengungkapkan Iran tidak ingin ada negosiasi dalam bentuk apapun dengan pihak AS maupun Israel, karena Iran sudah tidak percaya lagi dengan AS dan Israel, serta menganggapnya musuh.
Trump Bahas Keputusan Akhiri Perang Bersama Netanyahu
Sementara itu, Trump menyatakan bahwa keputusan untuk mengakhiri perang AS–Israel melawan Iran akan diambil bersama dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Dalam wawancara dengan media Israel dan Amerika, Trump menyebut ia terus berkonsultasi dengan Netanyahu, sekaligus mengisyaratkan bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru akan membutuhkan persetujuan Amerika agar dapat bertahan.
Trump mengungkapkan bahwa setiap keputusan untuk mengakhiri kampanye militer AS–Israel terhadap Iran akan dilakukan melalui koordinasi dengan Netanyahu.
alam wawancara telepon dengan The Times of Israel, Trump menjawab “ya” ketika ditanya apakah Netanyahu memiliki peran dalam keputusan mengakhiri perang.
“Saya pikir itu keputusan bersama… sedikit banyak. Kami sudah berbicara. Saya akan membuat keputusan pada waktu yang tepat, tetapi semuanya akan dipertimbangkan,” kata Trump pada Minggu (8/3/2026).
Ketika ditanya mengenai kemungkinan Israel melanjutkan serangan setelah Amerika Serikat menghentikan operasinya, Trump menepis skenario tersebut dengan mengatakan, “Saya tidak pikir itu akan diperlukan.”
Pernyataan itu muncul ketika perkiraan awal Gedung Putih bahwa konflik akan berlangsung empat hingga enam minggu mulai dipertanyakan.
(Tribunnews.com/Rifqah/Glery)