Iran Vs Amerika Memanas
Serangan Rudal Iran Akan Berlanjut, Abbas Araghchi: Bicara dengan AS Tak Ada dalam Agenda Kami Lagi
Iran telah menanggapi serangan AS-Israel dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel dan kepentingan AS di seluruh wilayah.
Ringkasan Berita:
- Iran telah menanggapi serangan AS-Israel dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel dan kepentingan AS di seluruh wilayah.
- Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) tidak ada dalam agenda saat perang mereka memasuki hari ke-11, Selasa (10/3/2026).
- Saat ini, lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz yang strategis, yang biasanya dilalui hampir 20 persen minyak mentah dunia, telah terganggu parah.
TRIBUNNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) tidak ada dalam agenda saat perang mereka memasuki hari ke-11, Selasa (10/3/2026).
Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang menewaskan pemimpin tertingginya Ayatollah Ali Khamenei dan memicu perang yang telah menyebar ke seluruh Timur Tengah.
Serangan Israel dan AS terjadi dua hari sebelum Washington dan Teheran dijadwalkan untuk mengadakan pembicaraan setelah tiga putaran negosiasi sebelumnya.
Mediator Oman dalam diskusi tersebut mengatakan ada “kemajuan signifikan” dalam pembicaraan tersebut.
Sementara itu, Iran telah menanggapi serangan AS-Israel dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel dan kepentingan AS di seluruh wilayah.
“Saya rasa berbicara dengan Amerika tidak akan ada dalam agenda kami lagi,” kata Abbas Araghchi kepada PBS News, seraya mengatakan Teheran memiliki “pengalaman yang sangat pahit” selama negosiasi sebelumnya dengan AS.
Saat ini, lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz yang strategis, yang biasanya dilalui hampir 20 persen minyak mentah dunia, telah terganggu parah.
Pasukan Iran telah berulang kali menargetkan kapal tanker minyak yang melewati jalur air strategis tersebut sejak perang dimulai.
Dalam wawancara dengan PBS News, Araghchi bersikeras bahwa Iran bertindak untuk “membela diri.”
“Kami siap, kami telah siap untuk terus menyerang mereka dengan rudal kami selama diperlukan dan selama dibutuhkan,” katanya.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan beberapa negara di kawasan dan di tempat lain telah menghubungi Iran untuk mendorong gencatan senjata.
“China, Rusia, dan Prancis, dan bahkan beberapa negara di kawasan, sedang berhubungan dengan kami,” katanya kepada televisi pemerintah, Senin (9/3/2026).
“Beberapa dari mereka bersedia melakukan sesuatu untuk menghentikan perang ini atau menetapkan gencatan senjata," jelasnya.
Baca juga: Hari ke-11 Perang Iran: Teheran Digempur Bom, Massa Turun ke Jalan Berikan Dukungan Mojtaba Khamenei
Klaim Trump
Presiden AS Donald Trump mendorong gagasan bahwa perang Iran akan segera berakhir, Senin.