Iran Vs Amerika Memanas
Mencekam, Kapal Kargo Thailand Dihantam 2 Rudal saat Lintasi Selat Hormuz
Pihak perusahaan pemilik kapal mengonfirmasi bahwa kapal tersebut terkena dua proyektil rudal di Selat Hormuz
"Pihak TNSC akan terus memantau situasi di Timur Tengah secara ketat dan melakukan diskusi mengenai perkembangan yang terjadi sambil berkoordinasi erat dengan instansi pemerintah," ujar Thanakorn pada hari Rabu seperti yang dikutip dari Bangkok Post.
Meski demikian, Thanakorn mengakui adanya kekhawatiran nyata bagi komoditas yang mudah busuk seperti daging, buah-buahan, dan sayuran.
Keterlambatan distribusi akibat gangguan rute dapat menyebabkan kerugian pendapatan dan kenaikan biaya operasional.
Sebagai solusi bagi kargo yang saat ini tertahan di kawasan Teluk Persia, dewan menawarkan beberapa opsi, mulai dari pengalihan ke pelabuhan alternatif di Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, hingga penyimpanan sementara di India, Oman, atau Sri Lanka.
Namun, TNSC memperingatkan bahwa ketegangan jangka panjang dapat memicu lonjakan biaya penyimpanan hingga 500.000-600.000 baht atau sekitar Rp 222-260 juta per kontainer.
Baca juga: Stok BBM Kritis Akibat Perang Iran, Thailand Tahan Ekspor Minyak
Sebagai langkah antisipasi paling efisien dalam kondisi risiko tinggi, dewan merekomendasikan opsi pengembalian kontainer ke Thailand.
Menutup keterangannya, Thanakorn mendorong para pelaku usaha untuk bersikap proaktif terhadap potensi pungutan tidak resmi dari pihak pelayaran.
Ia menyatakan bahwa eksportir yang percaya bahwa mereka menghadapi biaya tambahan yang tidak adil yang dikenakan oleh perusahaan pelayaran atau penyedia layanan didorong untuk mengumpulkan bukti dan menyerahkannya kepada dewan.
Saat ini, TNSC terus berkoordinasi dengan Otoritas Pelabuhan Thailand guna menyiapkan skema penerimaan kembali kargo yang terdampak krisis tersebut.
(Tribunnews.com/Bobby)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kapal-Kargo-Thailand-Mayuree-Naree-di-Selat-Hormuz-ditembak-Iran.jpg)