Minggu, 26 April 2026

VIRAL Bayi Monyet Punch Diduga Dibully, Pengelola Kebun Binatang: Itu Dinamika Alami Kelompok

Bayi monyet Punch viral diduga dibully. Kebun binatang di Ichikawa menegaskan itu hanya dinamika alami dalam kelompok monyet

Editor: Eko Sutriyanto
X @ichikawa_zoo
VIRAL DI JEPANG - Potret Punch (kiri) dan monyet lain yang dibagikan kebun binatang Ichikawa pada 8 Maret 2026. Pengelola kebun binatang di Jepang yang merawat bayi monyet viral bernama Punch membantah klaim bahwa hewan tersebut mengalami perundungan, setelah muncul berbagai kekhawatiran di media sosial. (X @ichikawa_zoo) 
Ringkasan Berita:
  • Kebun binatang Ichikawa City Zoo and Botanical Gardens membantah bayi monyet macaque bernama Punch mengalami perundungan setelah video ia dikejar monyet lain viral di X 
  • Pihak kebun binatang menyebut perilaku itu bagian dari dinamika hierarki alami dalam kelompok macaque. 
  • Mereka juga memastikan kondisi Punch dipantau dokter hewan dan kini mulai lebih sering bermain dengan monyet lain.

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Kebun binatang di Jepang yang merawat bayi monyet viral bernama Punch membantah klaim bahwa hewan tersebut mengalami perundungan, setelah muncul berbagai kekhawatiran di media sosial.

Punch adalah seekor bayi macaque Jepang berusia tujuh bulan yang ditinggalkan oleh induknya segera setelah lahir pada Juli 2025.

Ia kemudian dirawat oleh penjaga di Ichikawa City Zoo and Botanical Gardens, di luar Tokyo.

Monyet kecil itu menjadi viral di internet setelah terlihat memeluk boneka orangutan berbulu dari IKEA sebagai sumber kenyamanan.

Namun, setelah kebun binatang mengunggah video di platform X bulan lalu yang menunjukkan Punch dikejar atau ditarik oleh monyet lain, muncul klaim di media sosial bahwa ia mengalami perundungan.

Menanggapi hal tersebut, pihak kebun binatang menyatakan bahwa perilaku tersebut merupakan bagian dari dinamika alami dalam kelompok monyet.

Baca juga: Ganasnya Monyet Liar di Tarumajaya Bekasi, Balita Digigit dan Dicakar hingga Luka Parah 26 Jahitan

“Meskipun Punch sering dimarahi oleh monyet lain, tidak ada satu pun monyet yang menunjukkan agresi serius terhadapnya,” kata pihak kebun binatang dalam pernyataan resmi.

Menurut mereka, monyet macaque hidup dalam struktur sosial yang hierarkis.

Dalam sistem tersebut, individu dominan sering menunjukkan tindakan disiplin terhadap anggota kelompok yang lebih rendah.

“Perilaku ini berbeda dengan kekerasan pada manusia,” jelas pihak kebun binatang.

Pihak kebun binatang juga menegaskan bahwa Punch menghabiskan sebagian besar waktunya dengan damai di dalam kelompoknya.

Bahkan, jumlah monyet yang bermain atau merawat Punch dilaporkan semakin meningkat.

Hal ini membuat Punch kini lebih jarang bergantung pada boneka orangutan yang sebelumnya selalu ia peluk.

Sebagai langkah pengawasan, kebun binatang juga sempat memindahkan beberapa monyet yang dianggap menunjukkan agresi lebih sering terhadap Punch dari habitatnya pada 8 Maret.

Selain itu, tim yang terdiri dari tiga dokter hewan memeriksa kondisi kesehatan semua monyet, termasuk Punch, setiap hari.

“Saat ini tidak ada bukti bahwa Punch diserang dengan cara yang mengancam kelangsungan hidupnya,” kata pihak kebun binatang.

Meski banyak warganet menyarankan agar Punch dipisahkan dari kelompoknya, pihak kebun binatang menilai langkah tersebut justru berisiko.

“Punch telah terbiasa hidup dalam kelompok ini. Jika dipisahkan sekarang, ada kemungkinan ia tidak akan pernah bisa kembali dan harus hidup terisolasi sepanjang sisa hidupnya,” ujar mereka.

Punch yang sempat dibesarkan dalam lingkungan buatan oleh penjaga kebun binatang kemudian mulai dilatih untuk kembali beradaptasi dengan kelompok monyet lainnya sejak awal tahun ini.

Baca juga: Sedang Trending: dari Bayi Monyet Bernama Punch hingga Isu Anak Alumni LPDP

Kisahnya menarik perhatian besar di media sosial dan melahirkan komunitas penggemar dengan tagar #HangInTherePunch.

Banyak pengunjung datang ke kebun binatang untuk melihat Punch secara langsung, sementara penjualan boneka orangutan yang ia peluk juga dilaporkan meningkat.

Namun, organisasi hak hewan People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) menilai kasus Punch menyoroti persoalan kesejahteraan hewan di kebun binatang.

Kelompok tersebut mendesak agar Punch dipindahkan ke suaka hewan yang lebih alami agar dapat hidup dalam lingkungan yang lebih sesuai dengan habitatnya.

Pihak kebun binatang menegaskan bahwa mereka memahami kekhawatiran publik dan akan terus memantau kondisi Punch.

“Kami memahami kekhawatiran Anda tentang Punch, dan semua penjaga serta staf kebun binatang akan terus bekerja sama untuk memastikan ia dapat hidup sehat sebagai bagian dari kelompok monyet ini,” demikian pernyataan mereka.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved