Kamis, 30 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Hamas Kecam Iran Serang Negara-negara Teluk, Singgung Jasa Ali Khamenei

Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas mengecam tindakan Iran yang menyerang negara-negara Teluk sebagai bentuk perlawanan melawan AS dan Israel.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas meminta Iran untuk berhenti menyerang negara-negara tetangga di kawasan Teluk.
  • Hamas menekankan bahwa mereka tetap mendukung hak Teheran untuk membela diri dari gempuran Israel dan Amerika Serikat (AS).
  • Namun, Hamas mewanti-wanti agar serangan Iran tidak salah sasaran ke negara-negara Arab di sekitarnya.

TRIBUNNEWS.COM - Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas mengeluarkan pernyataan mengejutkan di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.

Meski dikenal sebagai sekutu dekat, Hamas secara terbuka meminta Iran untuk berhenti menyerang negara-negara tetangga di kawasan Teluk.

Dalam rilis resminya pada Sabtu (14/3/2026), Hamas menekankan mereka tetap mendukung hak Teheran untuk membela diri dari gempuran Israel dan Amerika Serikat (AS).

Namun, Hamas mewanti-wanti agar serangan Iran tidak salah sasaran ke negara-negara Arab di sekitarnya.

"Kami menegaskan hak Republik Islam Iran untuk membalas agresi ini dengan segala cara yang sah menurut hukum internasional."

"Namun, kami meminta saudara-saudara di Iran untuk menghindari penargetan negara-negara tetangga," tulis pernyataan Hamas seperti dikutip dari Al Jazeera.

Hamas, yang saat ini masih terjepit dalam konflik panjang dengan Israel di Jalur Gaza, juga mendesak dunia internasional untuk segera turun tangan.

Mereka meminta adanya langkah nyata untuk menghentikan perang yang kini kian meluas dan mengancam stabilitas kawasan.

Sikap Hamas ini terbilang diplomatis.

Di satu sisi mereka ingin menjaga hubungan baik dengan negara-negara Teluk seperti Qatar dan Arab Saudi.

Namun di sisi lain mereka tetap setia kepada Iran.

Baca juga: AS Buru Orang Dalam Iran! Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Mojtaba Khamenei

Hamas sebelumnya juga sempat menyampaikan duka mendalam atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Bagi Hamas, mendiang Khamenei adalah sosok kunci yang menyokong perjuangan Palestina, baik lewat jalur diplomatik maupun bantuan militer.

Kini, dengan eskalasi yang melibatkan serangan drone dan rudal Iran ke berbagai titik di Teluk, Hamas berharap sekutu utamanya itu bisa lebih selektif dalam memilih target demi mencegah konflik regional yang lebih besar.

IRGC Gempur 3 Pangkalan Militer AS

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan serangan besar-besaran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS), Sabtu (14/3/2026) dini hari.

Serangan ini diklaim sebagai gelombang ke-49 dari operasi militer bertajuk "True Promise 4".

Dalam keterangan resminya, pihak IRGC mengungkapkan serangan tersebut melibatkan kombinasi rudal balistik berpemandu presisi dan kawanan drone peledak.

Setidaknya ada tiga titik utama yang menjadi sasaran empuk militer Iran, yakni Pangkalan Udara Al Dhafra, Pangkalan Udara Sheikh Isa, dan pangkalan helikopter Al Udeiri.

Laporan dari kantor berita WANA menyebutkan di Pangkalan Al Dhafra, serangan berhasil melumpuhkan sistem radar Patriot dan menghancurkan hanggar pertahanan udara.

Sementara itu, di Pangkalan Sheikh Isa, kebakaran hebat dilaporkan melanda tangki penyimpanan bahan bakar dan landasan pacu pusat setelah dihujam rudal.

Komandan Angkatan Laut IRGC, Laksamana Madya Alireza Tangsiri mengonfirmasi keberhasilan operasi tersebut.

Baca juga: Minta Israel untuk Tak Serang Kilang Minyak Iran, Kini AS Malah Ngebom Pulau Kharg

Ia menyebut serangan ini sebagai bentuk "laporan kepada rakyat Iran" atas tindakan berani para pelautnya.

"Target-target kunci termasuk menara kontrol dan hanggar pesawat di pangkalan-pangkalan tersebut telah kami hanguskan," ucap Tangsiri.

Tak hanya melakukan serangan udara, militer Iran juga mempertegas dominasi mereka di jalur laut strategis.

IRGC menyatakan Selat Hormuz kini berada di bawah kendali penuh dan pengawasan ketat mereka.

Iran juga mengeluarkan ancaman keras bagi kapal tanker maupun kapal komersial yang berafiliasi dengan AS dan sekutunya.

Mereka melarang keras segala bentuk aktivitas transit di wilayah tersebut dan mengancam akan menjadikan kapal mana pun yang melanggar sebagai target militer berikutnya.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved