Selasa, 2 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Desak China, Prancis, dan Jepang Kirim Kapal Perang untuk Membuka Selat Hormuz

Donald Trump meminta sejumlah negara untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz. Iran menegaskan selat tersebut berada di bawah pengawasan mereka

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS

Ringkasan Berita:
  • Donald Trump meminta sejumlah negara untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.
  • Iran menegaskan selat tersebut berada di bawah pengawasan mereka dan membantah klaim Trump.
  • Perang yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran telah memicu lonjakan harga minyak dan menewaskan ribuan orang.  


TRIBUNNEWS.COM –
Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris untuk mengirimkan kapal angkatan laut guna membantu pasukan AS membuka Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur sempit selebar sekitar 33 kilometer yang terletak di antara Teluk Persia dan Teluk Oman.

Mengutip Britannica, selat yang sangat penting bagi jalur perdagangan minyak global ini sebagian besar dikendalikan oleh Iran dan Oman, yang berbagi perairan teritorial di kawasan tersebut.

Iran mengendalikan garis pantai utara, sementara Oman menguasai sisi selatan serta Semenanjung Musandam.

Dilansir Financial Times, Iran pada dasarnya telah menutup selat tersebut dengan mengancam akan menembak kapal mana pun yang mencoba melewatinya.

Harga minyak dan gas pun melonjak sebagai respons.

“Banyak negara, terutama negara-negara yang terdampak oleh upaya Iran untuk menutup Selat Hormuz, akan mengirimkan kapal perang bersama Amerika Serikat untuk menjaga agar selat tersebut tetap terbuka dan aman,” tulis Trump di Truth Social pada Sabtu (14/3/2026).

“Kita telah menghancurkan 100 persen kemampuan militer Iran, tetapi mudah bagi mereka untuk mengirimkan satu atau dua drone, menjatuhkan ranjau, atau mengirimkan rudal jarak dekat di suatu tempat di sepanjang atau di dalam perairan ini, tidak peduli seberapa parah kekalahan mereka.”

“Mudah-mudahan China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara lain yang terdampak oleh pembatasan buatan ini akan mengirimkan kapal ke daerah tersebut sehingga Selat Hormuz tidak lagi menjadi ancaman bagi negara yang telah benar-benar lumpuh.”

“Sementara itu, Amerika Serikat akan membombardir garis pantai secara besar-besaran dan terus menembak jatuh kapal-kapal Iran.”

“Dengan satu atau lain cara, kita akan segera membuka, mengamankan, dan membebaskan Selat Hormuz!”

DITUTUP - Iran menutup Selat Hormuz buntut perang melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel. TRIBUNNEWS
DITUTUP - Iran menutup Selat Hormuz buntut perang melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel. TRIBUNNEWS (TRIBUNNEWS/)

Sebelumnya, Prancis telah berjanji untuk mengirimkan setidaknya 10 kapal perang ke wilayah tersebut.

Inggris mengatakan pekan lalu bahwa mereka tidak berencana mengirimkan kapal induk.

Sementara itu, belum ada komentar publik dari Jepang, Korea Selatan, maupun China.

Sebagai tanggapan, Alireza Tangsiri, kepala angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), mengatakan bahwa Selat Hormuz belum ditutup secara militer dan hanya berada di bawah pengawasan Iran, lapor Al Jazeera.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved