Kamis, 16 April 2026

Budaya Mandi Jepang untuk Perdamaian Dunia Resmi Dimulai

Proyek Ofuro 2026 di Jepang dorong perdamaian dunia lewat budaya mandi dan relaksasi

Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Richard Susilo
Kelompok ONSENSE dan Duta Pariwisata Kusatsu Onsen, Tsugiharu Ogiwara (insert) yang akan memeriahkan Ofuro World Peace Project 2026 mendatang di Jepang (Tribunnews.com/Richard Susilo) 
Ringkasan Berita:
  • Program “2026 Ofuro World Peace Project” diluncurkan di Jepang untuk menyebarkan perdamaian melalui budaya mandi tradisional 
  • Dipimpin Yasuharu Inoue, inisiatif ini menekankan relaksasi dan kedekatan emosional sebagai jalan menuju empati global 
  • Kolaborasi lintas budaya seperti dengan Italia serta promosi onsen diharapkan memperkuat pesan damai dunia.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO –  Sebuah inisiatif besar yang mengusung budaya mandi Jepang sebagai sarana penyebaran kedamaian dunia resmi diluncurkan melalui program “2026 Ofuro World Peace Project”. 

"Proyek ini diselenggarakan oleh Komite Eksekutif 2026 Ofuro World Peace Project yang dipimpin oleh Yasuharu Inoue, dengan tujuan menyebarkan rasa ketenangan, relaksasi, dan kelembutan hati melalui budaya mandi khas Jepang," ungkap Inoue khusus kepada Tribunnews.com Kamis (19/3/2026).

Tahun 2026 dianggap sebagai tahun spesial karena permainan kata “026” yang dibaca sebagai “ofuro” (mandi). Bahkan disebut sebagai “tahun mandi sekali dalam 1000 tahun”.

"Saat ini juga sedang berkecamuk perang Iran-Amerika Serikat. Waktunya agar segera berdamai dengan senyum dan mandi ala Jepang mungkin," tambahnya.

Selain itu, tahun ini juga menandai 160 tahun hubungan diplomatik Jepang–Italia. 

Baca juga: Partisipasi Lintas 3 Generasi Pertama di Jepang pada Kejuaraan Pickleball Minato City Cup

Kedua negara yang sama-sama memiliki budaya pemandian (onsen di Jepang dan thermae di Italia) akan bekerja sama menyebarkan pesan perdamaian melalui budaya mandi.

Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya menuju pengakuan budaya onsen sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada tahun 2030.

Musik “Bathtime Pops” Jadi Media Penyebaran

Dalam acara peluncuran proyek perdamaian ini, grup pria beranggotakan enam orang ONSENSE resmi ditunjuk sebagai duta proyek.

ONSENSE dikenal dengan konsep musik “bathtime pops”, yakni musik hangat dan menenangkan seperti perasaan saat berendam di air hangat. 

Musik mereka bertujuan membantu orang menerima diri sendiri dan meredakan stres kehidupan sehari-hari.

Salah satu anggota, Usa Takuma, tidak hadir dalam acara tersebut.

Selain itu, atlet Olimpiade sekaligus Duta Pariwisata Kusatsu Onsen, Tsugiharu Ogiwara, turut hadir dan berbagi pengalaman tentang manfaat pemandian air panas bagi tubuh dan pikiran.

“Keterbukaan Tanpa Batas” dalam Makna Baru

Proyek ini juga mengangkat konsep khas Jepang yaitu “hadaka no tsukiai” (kedekatan tanpa sekat saat mandi bersama), yang kini didefinisikan ulang menjadi:

“Berbagi waktu relaksasi bersama, melepaskan ketegangan, dan mendekatkan hati.”

"Konsep ini tidak terbatas pada mandi telanjang, tetapi juga bisa diterapkan melalui aktivitas seperti rendam kaki (ashiyu) yang tetap bisa dilakukan dengan berpakaian."

Menuju Dunia yang Lebih Damai

Penyelenggara menekankan bahwa dengan menyediakan waktu untuk bernapas dalam-dalam dan relaksasi dalam kehidupan sehari-hari, manusia dapat menjadi lebih tenang dan penuh empati.

Diharapkan, perubahan kecil dalam diri setiap individu dapat berkontribusi pada terciptanya perdamaian dunia secara lebih luas.

Proyek ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk Badan Pariwisata Jepang (direncanakan) dan Asosiasi Onsen Jepang, serta akan dikembangkan sebagai gerakan global berbasis budaya Jepang.

Diskusi  beasiswa  di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved