Iran Vs Amerika Memanas
AS Gempur Lebih dari 10 Ribu Target Militer Iran hingga Pekan Keempat, 1.500 Orang Tewas
AS klaim serang 10 ribu target Iran, negosiasi tetap berjalan di tengah perang dan penolakan publik yang terus meningkat
Serangan juga terus berlanjut, termasuk operasi militer Israel di kota Esfahan. Sementara itu, negara-negara Teluk seperti Uni Emirat Arab dan Kuwait melaporkan berhasil mencegat serangan yang masuk ke wilayah mereka.
Latar Belakang Konflik
Perang ini dipicu kegagalan negosiasi nuklir di Geneva dan menjadi eskalasi terbaru dari konflik panjang sejak Revolusi Iran 1979.
Sebelumnya, upaya diplomasi seperti Iran Nuclear Deal 2015 sempat meredakan ketegangan, namun konflik kembali meningkat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk serangan militer pada 2025.
Sejumlah akademisi, seperti Daniel Philpott, menilai perang ini tidak memenuhi kriteria “perang yang adil” karena tujuan yang dinilai tidak jelas dan tidak adanya ancaman langsung.
Kritik juga datang dari mantan pejabat keamanan seperti Joe Kent yang mengundurkan diri karena menilai tidak ada ancaman mendesak dari Iran.
Meski demikian, sebagian pihak tetap melihat adanya alasan kuat bagi AS untuk bertindak, terutama terkait kekhawatiran terhadap program nuklir Iran dan dukungannya terhadap kelompok seperti Hezbollah.
Hingga kini, masa depan konflik masih belum jelas. Sejumlah pengamat memperingatkan bahwa kegagalan menentukan tujuan akhir dapat memicu dampak besar, termasuk gangguan energi global di Selat Hormuz serta potensi konflik berkepanjangan di kawasan.
(CNN/Tribunnews)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jet-Jet-Israel-Serang-Iran.jpg)