Iran Vs Amerika Memanas
15 Syarat Berbanding 5 Syarat: Negosiasi Iran dan Amerika Buntu Duluan Sebelum Pertemuan
Iran mengajukan lima syarat yang diyakini akan berat disetujui oleh Amerika Serikat. Sebaliknya, Iran sudah menolak 15 syarat dari Amerika
15 Syarat Berbanding 5 Syarat: Negosiasi Iran dan Amerika Buntu Duluan Sebelum Pertemuan
TRIBUNNEWS.COM - Peluang terjadinya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dalam negosiasi yang masih diatur waktunya, dilaporkan sangat kecil terjadi.
Pertemuan AS dan Iran itu diagendakan terjadi di Pakistan, negara yang bersedia dan mengajukan diri menjadi lokasi perundingan untuk mengakhiri perang.
Baca juga: Kapal Selam Nuklir HMS Anson Inggris Kini dalam Jangkauan Serangan ke Iran
Dalam prosesnya, menurut seorang pejabat AS yang berbicara kepada CNN, beberapa pengamat meyakini kalau syarat-syarat timbal balik, yang sebagian di antaranya telah bocor, akan ditolak oleh kedua belah pihak.
Sebagai informasi, merujuk pada pernyataan tiga sumber terpercaya di pemerintahan Israel, ada 15 poin yang diajukan Amerika ke Iran melalui Pakistan jika ingin perang berhenti.
Beberapa dari 15 syarat dari AS ke Iran itu antara lain: Penghapusan persediaan uranium yang sangat diperkaya Iran, Penghentian kegiatan pengayaan, Pembatasan program rudal balistik Iran, dan penghentian pendanaan kelompok-kelompok sekutu di kawasan tersebut.
Di sisi lain, seorang pejabat Iran mengklarifikasi kalau negaranya juga mengajukan lima syarat negara ke AS jika mau perang berakhir.
Baik 15 syarat AS dan 5 syarat Iran tersebut dipercaya bakal sulit diterima oleh kedua belah pihak.
5 Syarat Iran
Seorang pejabat politik dan keamanan berpangkat tinggi kepada Press TV Iran pada Rabu (25/3/2026) malam mengatakan lima syarat itu antara lain:
- Pengakhiran tindakan agresi dan pembunuhan
- Penciptaan kondisi konkret untuk menjamin bahwa perang tidak akan terulang
- Pembayaran ganti rugi perang dengan mekanisme yang jelas
- Penghentian permusuhan sepenuhnya di semua lini yang mencakup semua faksi yang terlibat
- Pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz sebagai hak alami dan sah.
Waktu Berakhirnya Perang Masih Belum Pasti
Pejabat Iran itu juga menekankan kalau Teheran akan mengakhiri perang pada waktu yang dipilihnya sendiri jika syarat-syarat yang telah ditetapkannya terpenuhi.
"Iran juga tidak akan membiarkan Presiden AS Donald Trump memaksakan jadwal untuk mengakhiri perang," kata pejabat tersebut dilansir khbrn, Kamis (26/3/2026).
Sumber tersebut juga berpendapat bahwa Amerika Serikat telah mengajukan permintaan untuk bernegosiasi melalui berbagai saluran diplomatik, dan telah mengajukan proposal yang dicirikan oleh "kecenderungan ekspansionis dan tidak sesuai dengan realitas kekalahan Amerika di lapangan," seperti yang diungkapkannya.
Dia juga menunjukkan bahwa negaranya menganggap usulan atau syarat-syarat tersebut sebagai tipu daya untuk meningkatkan ketegangan, terutama setelah jelas dalam dua kesempatan terakhir bahwa Amerika tidak memiliki niat nyata untuk bernegosiasi.
Ancaman Eskalasi
Sebaliknya, Gedung Putih kemarin menolak untuk mengungkapkan rincian proposalnya, yang disampaikan melalui perantara kepada Iran, untuk mengakhiri perang.
AS bahkan mengancam akan meningkatkan serangan ke Iran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-peperangan-antara-Iran-dan-Amerika-Serikat.jpg)