Senin, 18 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Putin Sebut Konsekuensi Konflik Timur Tengah Bisa Sama Seriusnya dengan Pandemi Covid-19

Menurut Putin, beberapa pihak membandingkan potensi dampak konflik Timur Tengah dengan pandemi Covid-19.

Tayang:
Penulis: Nuryanti
Editor: Sri Juliati
Tangkap layar YouTube DRM News
VLADIMIR PUTIN - Tangkap layar YouTube DRM News, memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin saat konferensi akhir tahun di Moskow, 19 Desember 2025. Menurut Putin, beberapa pihak membandingkan potensi dampak konflik Timur Tengah dengan pandemi Covid-19. 

Ringkasan Berita:
  • Menurut Putin, beberapa pihak membandingkan potensi dampak konflik Timur Tengah dengan pandemi Covid-19.
  • Konflik di Timur Tengah diketahui tengah memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) lalu.
  • Konflik tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada logistik internasional, produksi, dan rantai pasokan.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan, sulit untuk memprediksi konsekuensi dari konflik di Timur Tengah, Kamis (26/3/2026).

Meski begitu, kata Putin, beberapa pihak membandingkan potensi dampak konflik Timur Tengah dengan pandemi Covid-19.

Menurut Putin, konflik tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada logistik internasional, produksi, dan rantai pasokan, sekaligus memberikan tekanan besar pada perusahaan hidrokarbon, logam, dan pupuk.

Konflik di Timur Tengah diketahui tengah memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) lalu.

Sementara itu, pandemi Covid-19 adalah wabah global virus corona – penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona sindrom pernapasan akut berat 2 (SARS-CoV-2).

Kasus virus corona baru (nCoV) pertama kali terdeteksi di Tiongkok pada Desember 2019, dan virus tersebut menyebar dengan cepat ke negara-negara lain di seluruh dunia.

“Konsekuensi dari konflik di Timur Tengah masih sulit diprediksi secara akurat,” kata Putin kepada para pemimpin bisnis di Moskow, Kamis, dikutip dari Al Arabiya.

“Menurut saya, mereka yang terlibat dalam konflik tidak dapat memprediksi apa pun sendiri, tetapi bagi kami hal itu jauh lebih sulit.”

“Namun, sudah ada perkiraan yang menunjukkan bahwa hal ini dapat dibandingkan dengan epidemi virus corona,” jelas Putin.

“Izinkan saya mengingatkan Anda bahwa hal ini telah secara dramatis memperlambat perkembangan di semua wilayah dan benua, tanpa terkecuali," tambahnya.

Baca juga: Dijaga Remaja Berpakaian Preman, Iran Tempatkan Anak-anak Usia 12 Tahun di Pos Pemeriksaan Teheran

Trump Tunda Serang Aset Energi Iran

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menunda tenggat waktu serangan terhadap aset energi Iran hingga 6 April 2026.

Trump sempat membantah bahwa ia sangat menginginkan kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, terlepas dari respons dingin Iran terhadap rencana perdamaian AS.

Trump mengatakan penundaan itu atas permintaan Iran dan bahwa pembicaraan "berjalan sangat baik."

“Pembicaraan sedang berlangsung dan, terlepas dari pernyataan keliru yang bertentangan dari Media Berita Palsu, dan pihak lain, pembicaraan berjalan dengan sangat baik,” ungkap Trump di platform Truth Social miliknya, Kamis (26/3/2026).

Pada Sabtu (21/3/2026) lalu, Trump awalnya memberi Iran waktu 48 jam untuk membuka Selat Hormuz yang penting bagi kapal tanker minyak, mengancam akan menghancurkan pembangkit listriknya, tetapi sekarang dia telah memperpanjang tenggat waktu tersebut dua kali.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved