Rabu, 15 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Pertemuan 3 Jam, Presiden Prabowo dan PM Malaysia Anwar Ibrahim Bahas Situasi Timur Tengah

Pertemuan tersebut berlangsung tertutup selama kurang lebih 3 jam, dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB.

HO/IST/HO/Sekretariat Presiden
BERBINCANG - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim berbincang di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, (27/3/2026). 

Pertemuan 3 Jam, Presiden Prabowo dan PM Anwar Ibrahim Bahas Situasi Timur Tengah

Taufik Ismail/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menerima kedatangan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, (27/3/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung tertutup selama kurang lebih 3 jam, dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pertemuan kedua pemimpin  berlangsung hangat. Prabowo dan PM Anwar merupakan sahabat sejak lama.

Baca juga: Kapal Malaysia Bisa Melintas di Selat Hormuz, Iran Tak Pernah Lupa Dukungan Malaysia di Masa Sulit

“Pertemuan berlangsung sekitar 3 jam sejak 16.00 sampai dengan 19.00 malam. Selanjutnya Presiden Prabowo mengantar keberangkatan PM Anwar lbrahim di mobil yang sama menuju bandara Halim,” kata Teddy.

Pertemuan keduanya  kata dia menunjukkan eratnya hubungan personal sekaligus kemitraan strategis antara kedua negara.

Teddy mengatakan dalam pertemuan tersebut Prabowo dan PM Anwar membahas sejumlah topik salah satunya kondisi geopolitik di Asia Barat atau Timur Tengah.

“Suasana pertemuan berlangsung hangat. Dalam obrolan akrab itu, keduanya bersilaturahmi lebaran sekaligus berdiskusi mengenai dinamika geopolitik di Asia Barat, serta berbagai isu strategis yang menjadi perhatian bersama,” katanya.

Sementara itu Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan isi pertemuan dengan Presiden Prabowo melalui instagram pribadinya.

Ia mengatakan pertemuan itu salah satunya membahas dampak konflik di Timur Tengah yang sudah dirasakan oleh negara negara di dunia.

Menurutnya di tengah kondisi ketidakpastian global yang terus meningkat baik Indonesia maupun Malaysia harus bekerjasama memperkuat persatuan, keamanan, dan kestabilan ekonomi untuk masyarakat.

"Mengakhiri kunjungan singkat ke Republik Indonesia. Dalam mendepani ketidaktentuan global saat ini, kesepakatan Malaysia dan Indonesia menjadi semakin penting, dengan kedua-dua negara sepakat untuk terus berganding bahu, memperkukuh kerjasama strategik serta memperhebat ikhtiar diplomasi demi memastikan kestabilan serantau dan kesejahteraan rakyat. Semoga silaturahmi antara dua negara serumpun ini terus diperteguh ke tahap yang lebih utuh dan wibawa, Insya-Allah," katanya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved