Iran Vs Amerika Memanas
Tekan Krisis BBM, Australia Tawarkan Transportasi Umum Gratis
Dua negara bagian di Australia resmi menggratiskan layanan transportasi umum untuk periode tertentu demi menekan krisis BBM
Ringkasan Berita:
- Negara bagian Victoria dan Tasmania resmi menggratiskan layanan transportasi umum (bus, kereta, trem, hingga feri) untuk mendorong warga beralih dari mobil pribadi dan menghemat biaya hidup
- Layanan gratis di Victoria berlaku selama April 2026, sementara di Tasmania berlaku hingga 1 Juli 2026
- Lonjakan harga BBM di Australia disebabkan oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz, yang membuat harga bensin nasional melonjak hingga 2,38 Dollar Australia (Rp24.750) per liter
TRIBUNNEWS.COM – Gelombang krisis bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik di Timur Tengah memicu respons cepat dari sejumlah negara di kawasan Asia-Pasifik.
Salah satu negara yang sigap menghadapi krisis BBM ini adalah Australia.
Adapun dua negara bagian di Australia telah mengeluarkan kebijakan spesial demi meringankan beban biaya hidup warga akibat lonjakan harga BBM tersebut.
Dua negara bagian yang dimaksud adalah Victoria dan Tasmania.
Kedua negara bagian tersebut resmi menggratiskan layanan transportasi umum untuk periode tertentu.
Langkah ini bertujuan mendorong masyarakat beralih dari mobil pribadi ke angkutan umum, sekaligus mengurangi tekanan permintaan di pom bensin.
Dikutip dari BBC, langkah ini juga diambil untuk mendorong masyarakat beralih dari penggunaan mobil pribadi ke angkutan umum, menyusul melonjaknya harga minyak mentah dunia akibat ketegangan geopolitik global.
Victoria Gratiskan Transportasi Umum Selama April
Baca juga: Panic Buying BBM di Australia, PM Anthony Albanese Minta Warga Tenang
Pemerintah negara bagian Victoria yang beribu kota di Melbourne, mengumumkan pada hari Minggu (29/3/2026) bahwa seluruh layanan transportasi publik akan digratiskan.
Kebijakan ini sendiri mulai berlaku dari Selasa (31/3/2026) hingga akhir April 2026.
Transportasi yang digratiskan dalam kebijakan ini meliputi penggunaan kereta api metro dan regional V/Line, trem, serta bus umum.
Premier atau Gubernur Negara Bagian Victoria, Jacinta Allan, menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan langkah sementara untuk membantu warga menghadapi kenaikan biaya hidup.
“Kebijakan ini mungkin tidak akan menyelesaikan semua masalah seutuhnya, tetapi ini adalah langkah segera yang dapat diambil untuk membantu warga Victoria saat ini." kata Jacinta Allan.
Jacinta juga berharap kebijakan ini mendorong warga Victoria untuk memanfaatkan transportasi umum untuk mengurangi tekanan pembelian BBM.
"Kebijakan ini diharakkan mengurangi tekanan di pom bensin dan membantu masyarakat menghemat,” pungkasnya
Tasmania Gratiskan Bus dan Feri hingga Juli
Sementara itu, Pemerintah Tasmania juga mengambil langkah serupa.
Mulai Senin ini (30/3/2026) hingga 1 Juli 2026, penduduk Tasmania dapat menggunakan layanan bus umum secara gratis.
Kebijakan transportasi ini melingkupi moda Metro, Kinetic, Redline, dan TassieLink, serta feri Derwent River.
Premier atau Gubernur Tasmania, Jeremy Rockliff, mengatakan pemerintah sangat menyadari dampak lonjakan harga minyak terhadap pengeluaran rumah tangga.
“Kami tahu kenaikan harga bahan bakar sangat membebani anggaran keluarga. Oleh karena itu, kami mengambil tindakan tegas untuk melindungi masyarakat Tasmania,” ujar Rockliff.
Sementara itu, Menteri Infrastruktur dan Transportasi Tasmania, Kerry Vincent, menambahkan bahwa kebijakan ini juga mencakup bus sekolah.
Pihaknya mengklaim seorang siswa yang biasa naik bus ke sekolah diperkirakan bisa menghemat sekitar 10 dolar Australia atau sekitar Rp104.000 per minggu, tergantung pada rute perjalanan mereka.
Respons Berbeda di Negara Bagian Lain
Di saat Victoria dan Tasmania memberikan transportasi gratis, negara bagian lain memilih pendekatan berbeda.
Negara bagian New South Wales (NSW) memutuskan untuk tidak membebaskan tarif, namun telah menyiapkan dana cadangan guna mengantisipasi lonjakan permintaan moda transportasi publik.
Baca juga: Bule Australia Kaget Harga BBM di Indonesia Rp12.300/Liter, di Negaranya Tembus Rp50 Ribu
Queensland tetap mempertahankan kebijakan tarif rendah tetap sebesar 50 sen atau sekitar Rp5.200 yang sudah berjalan sebelumnya.
Di Australia Barat, pemerintah tetap pada kebijakan tarif terendah dalam beberapa dekade, sementara Australia Selatan lebih memfokuskan bantuan melalui perluasan akses kartu perjalanan khusus bagi para lansia.
Krisis ini sendiri merupakan dampak domino dari ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, termasuk penutupan efektif Selat Hormuz yang mengganggu distribusi 20 persen pasokan minyak dunia.
Data Australian Institute of Petroleum (AIP) menunjukkan rata-rata harga bensin nasional Australia melonjak hingga 2,38 Dollar Australia atau sekitar Rp24.750 per liter pada akhir Maret 2026.
Kondisi ini sempat memicu aksi panic buying yang mengakibatkan kekosongan stok di sejumlah titik.
Menanggapi situasi tersebut, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese terus berupaya menenangkan publik dengan menegaskan bahwa tantangan utama saat ini adalah fluktuasi harga global, sembari memastikan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan langkah-langkah baru untuk menjamin keamanan pasokan energi nasional.
(Tribunnews.com/Bobby)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-moda-transportasi-kereta-di-Negara-Bagian-Victoria-Australia.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.