Iran Vs Amerika Memanas
Iran Restui 20 Kapal Pakistan Lewat Selat Hormuz, Sinyal Damai atau Strategi Perang?
Iran izinkan 20 kapal Pakistan melintas Hormuz saat perang memanas, jadi harapan baru meredakan krisis energi global
Ringkasan Berita:
- Iran izinkan 20 kapal berbendera Pakistan melintasi Selat Hormuz di tengah konflik regional yang mengganggu jalur energi global.
- Kesepakatan ini dicapai setelah diplomasi intensif Islamabad dan dinilai sebagai langkah penting untuk meredakan krisis energi, meski ketegangan perang masih berlangsung.
- Penutupan jalur strategis tersebut sebelumnya membuat lalu lintas kapal anjlok hingga 90 persen dan mendorong lonjakan harga minyak dunia di atas 100 dolar AS per barel.
TRIBUNNEWS.COM - Pakistan mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengamankan jalur pelayaran bagi kapal berbenderanya melintasi Selat Hormuz di tengah konflik kawasan.
Kesepakatan ini mencakup izin bagi sekitar 20 kapal, sebagai upaya meredam gangguan distribusi energi global.
Al Jazeera melaporkan, kesepakatan tersebut diumumkan pada Sabtu (28/3/2026) oleh Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar.
Ia menyebut dua kapal akan melintas setiap hari berdasarkan pengaturan yang telah disepakati dengan Teheran.
Dar menggambarkan langkah Iran sebagai “pertanda perdamaian” dan “isyarat konstruktif” yang dapat membantu meredakan salah satu krisis energi terburuk dalam sejarah modern.
Jalur Vital Dunia yang Nyaris Lumpuh
Kesepakatan ini muncul di tengah kondisi Selat Hormuz yang nyaris lumpuh akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Sejak serangan udara terkoordinasi pada 28 Februari yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, jalur air strategis ini praktis tertutup.
Akibatnya, sekitar 2.000 kapal sempat terdampar di kedua sisi selat.
Lalu lintas maritim dilaporkan turun hingga 90 persen, sementara harga minyak melonjak lebih dari 40 persen hingga menembus 100 dolar AS per barel.
Baca juga: Hormuz Terkunci! Manuver Prabowo ke Jepang-Korsel Pasca-Perang Iran Terungkap: Misi Darurat Energi!
Mantan menteri Qatar, Mohammed Al-Hashemi, menggambarkan situasi ini sebagai ancaman serius bagi ekonomi global.
“Selat Hormuz adalah katup aorta produksi global. Jika gagal, seluruh sistem akan runtuh,” tulisnya dalam kolom di Al Jazeera.
Iran Perketat Kontrol, Terapkan Sistem Izin
Di tengah konflik, Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperketat pengawasan di Selat Hormuz.
Setiap kapal yang ingin melintas kini diwajibkan menyerahkan rincian kargo, awak, serta tujuan perjalanan.
Setelah itu, kapal harus mendapatkan kode izin dan dikawal melalui perairan Iran.