Rabu, 6 Mei 2026

Prajurit TNI Gugur di Lebanon

3 Prajurit TNI Gugur Diserang Israel, Indonesia Desak DK PBB Gelar Rapat Darurat

Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB segera menggelar rapat darurat setelah tiga prajurit TNI tewas diserang Israel.

Tayang:
AFP/ANGELA WEISS (Arsip)
RAPAT - Foto anggota Dewan Keamanan PBB memberikan suara dalam pertemuan tentang situasi Timur Tengah di markas besar PBB pada 10 Juni 2024 di New York. Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB segera menggelar rapat darurat setelah tiga prajurit TNI tewas diserang Israel. 

Ringkasan Berita:
  • Indonesia meminta Dewan Keamanan PBB menyelenggarakan rapat darurat.
  • Tiga prajurit TNI yang menjalankan misi perdamaian di Lebanon tewas diserang Israel.
  • Ada juga prajurit TNI yang menjadi korban luka.

TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Indonesia mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera menggelar rapat darurat setelah tiga prajurit TNI di Lebanon Selatan tewas diserang pasukan Israel.

Ketiga prajurit itu tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) yang menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIl).

Menteri Luar Negeri Sugiono mengaku telah berbicara dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres guna membahas serangan Israel itu.

“Mengapresiasi ucapan belasungkawa dari Sekretaris Jenderal dan kesiapan PBB untuk bekerja sama dengan Indonesia secara erat,” kata Sugiono di akun X resmi Menlu RI, Senin, (30/3/2026).

“Dalam konteks ini, kami meminta adanya rapat darurat DK PBB demi penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan.”

Sugiono juga sempat bercakap dengan Menteri Luar Negeri dan Emigran Lebanon Youssef Raggi pada hari yang sama. Kepada Raggi, Sugiono menyampaikan keprihatinan besar Indonesia mengenai peristiwa serangan yang di Lebanon Selatan.

PRAJURIT TNI GUGUR – Praka Farizal Romadhon, prajurit TNI dari Kodam Iskandar Muda (IM) yang dilaporkan gugur dalam serangan Israel di Wilayah Lebanon saat menjalankan misi perdamaian dunia bersama Pasukan Garuda, Minggu (29/3/2026).
PRAJURIT TNI GUGUR – Praka Farizal Romadhon, prajurit TNI dari Kodam Iskandar Muda (IM) yang dilaporkan gugur dalam serangan Israel di wilayah Lebanon saat menjalankan misi perdamaian dunia bersama Pasukan Garuda, Minggu (29/3/2026). (Serambinews.com)

DK PBB dikabarkan akan gelar rapat darurat

Euronews, salah satu media besar Barat, melaporkan DK PBB berencana menggelar rapat darurat pada hari Selasa, (31/3/2026). Namun, rapat itu disebut digelar karena permintaan dari Prancis, bukan Indonesia.

“UNIFIL berkata dua personelnya tewas pada hari Senin karena ledakan, dan yang lainnya tewas pada hari Minggu ketika satu proyektil menghantam posisi mereka,” demikian laporan media itu.

Dengan tiga kematian tersebut, jumlah personel yang tewas sejak misi di Lebanon dimulai Maret 1978 itu menjadi 97 orang.

Baca juga: RI Desak Investigasi Dugaan Serangan Israel ke Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon

Sementara itu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengaku sudah mendengar kabar tewasnya tiga prajurit TNI di Lebanon. Israel berkata insiden itu terhadi di area yang aktif digunakan untuk pertempuran.

IDF tidak langsung mengakui serangannya di Lebanon. Menurut IDF, pihaknya masih menyelidiki apakah tiga tentawa yang tewas disebabkan oleh serangan Israel ataukah oleh aktivitas kelompok Hizbullah.

Tiga prajurit TNI gugur

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia mengonfirmasi dua prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) gugur dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon di Lebanon Selatan pada Senin (30/3/2026). Dengan tambahan tersebut, total prajurit TNI yang gugur menjadi tiga orang dalam dua hari terakhir.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa selain korban jiwa, dua prajurit lainnya mengalami luka berat dan saat ini menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan di Beirut.

“Dalam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat. Para prajurit yang mengalami luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut,” ujar Rico dalam keterangan resmi, Selasa, (31/3/2026).

Dia menjelaskan insiden terjadi saat para prajurit tengah menjalankan tugas pengawalan untuk mendukung kegiatan operasional UNIFIL. Peristiwa tersebut berlangsung di tengah meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah Lebanon Selatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved