Minggu, 12 April 2026

Blunder OpenAI Buat Saham Chip Global Kompak Ambrol, Hype AI Segera Usai?

Rontoknya saham produsen memori chip ini pun memicu harapan bahwa harga RAM komputer akan kembali turun dari level tertingginya

Penulis: Bobby W
Editor: Suci BangunDS
Tangkap layar channel YouTube Y Combinator
SAM ALTMAN OPENAI - CEO OpenAI Sam Altman dalam sebuah wawancara yang diunggah di channel YouTube Y Combinator. Sam Altman tegas menolak tawaran akuisisi perusahaannya senilai 97,4 miliar dolar AS atau setara Rp 1.500 Triliun yang diajukan Elon Musk kepadanya. 

Pada Desember 2025, Micron mengumumkan penghentian bertahap merek konsumen mereka, Crucial, demi memprioritaskan pelanggan besar di sektor pusat data AI yang dianggap lebih menguntungkan.

Kini, strategi Micron tersebut menjadi sebuah blunder besar setelah munculnya teknologi AI terbaru yang dikembangkan Google

Google Jadi Mimpi Buruk Produsen Chip 

Kesepakatan OpenAI yang awalnya terlihat sebagai mimpi yang indah ini pun secara mendadak berubah menjadi kengerian akibat pengumuman terbaru dari Google.

Pada 25 Maret 2026, Google mengumumkan terobosan algoritma kompresi untuk AI bernama TurboQuant.

Dikutip dari Bloomberg, algoritma ini mampu mengurangi kebutuhan memori untuk model AI hingga enam kali lipat tanpa mengurangi akurasi.

Artinya, perusahaan AI tidak lagi membutuhkan perangkat keras (DRAM) sebanyak yang diperkirakan sebelumnya.

Pengumuman ini langsung memicu kekhawatiran terjadinya stok berlebih (overcapacity) di pasar global.

Akibat pengumuman ini, euforia para produsen cip ini tiba-tiba terhenti dan nilai saham mereka mendadak rontok di pasar.

Saham Raksasa Chip Kompak Ambrol

Baca juga: iPhone Bakal Punya Dua Aplikasi Baru, Fokus ke Bisnis dan AI

Pengumuman Google ini langsung berdampak secara menyakitkan bagi investor sektor memori chip di bursa saham.

Saham Samsung Electronics dan SK Hynix dilaporkan anjlok masing-masing 5 persen dan 6 persen segera setelah pengumuman Google.

Melansir data dari KED Global, jika dihitung dari level tertingginya, kedua saham raksasa Korea ini telah merosot sekitar 20 persen.

Nasib serupa menimpa Micron Technology (MU) di bursa Amerika Serikat.

Perusahaan yang nekat menutup produsen RAM Crucial ini langsung terkoreksi sekitar 20 persen hanya dalam waktu satu minggu terakhir.

Kini, investor mulai menyadari risiko besar di balik narasi AI yang ternyata terlalu muluk-muluk. 

Inovasi perangkat lunak seperti TurboQuant membuktikan bahwa efisiensi sistem bisa mengurangi permintaan perangkat keras secara mendadak.

Harga RAM Komputer segera Kembali Normal?

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved