Rabu, 15 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

China Resmi Gabung Pakistan Jadi Mediator Tak Terduga di Perang AS-Israel vs Iran

China dan Pakistan dorong rencana damai Timur Tengah saat perang Iran-AS memanas dan harga minyak dunia melonjak tajam.

Ringkasan Berita:
  • China dan Pakistan mengusulkan rencana damai lima poin untuk meredakan perang Iran-AS.
  • Langkah ini muncul saat konflik memasuki bulan kedua dan mengganggu ekonomi global.
  • Namun, efektivitasnya diragukan karena belum ada respons jelas dari AS dan Iran.

TRIBUNNEWS.COM - Perang di Timur Tengah yang memasuki bulan kedua mendorong China bergabung dengan Pakistan sebagai mediator tak terduga dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

BBC melaporkan, kedua negara mengajukan rencana perdamaian lima poin yang berfokus pada gencatan senjata dan pembukaan jalur energi global.

Inisiatif tersebut mencakup perlindungan jalur pelayaran strategis, termasuk Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia.

Pernyataan bersama Beijing dan Islamabad menegaskan, dialog dan diplomasi adalah "satu-satunya pilihan yang layak" untuk mengakhiri konflik.

Peran Pakistan sebagai Mediator Tak Terduga

Peran Pakistan dalam konflik ini dinilai mengejutkan banyak pihak.

Menurut laporan The Guardian, Islamabad aktif menjembatani komunikasi antara Donald Trump dan Masoud Pezeshkian.

Baca juga: Presiden Iran Tulis Surat Terbuka kepada Warga Amerika: Kami Tidak Menyimpan Permusuhan terhadap AS

Perdana Menteri Shehbaz Sharif bersama militer Pakistan bahkan disebut telah menyampaikan pesan tidak langsung antara kedua pihak yang bertikai.

Pakistan juga menawarkan diri sebagai tuan rumah perundingan damai, sekaligus memperkuat posisinya sebagai kekuatan diplomatik di kawasan.

Namun, absennya perwakilan langsung dari AS dan Iran dalam sejumlah forum awal dinilai melemahkan efektivitas upaya tersebut.

China Masuk karena Kepentingan Strategis

Keterlibatan China bukan semata langkah diplomatik, tetapi juga didorong kepentingan ekonomi global.

CNN menyebut perang ini telah menekan pasokan energi dunia dan memicu lonjakan harga minyak.

Sebagai importir minyak terbesar di dunia, China memiliki kepentingan besar untuk menjaga stabilitas pasokan energi.

Gangguan di Selat Hormuz berpotensi menghambat rantai pasok global yang berdampak langsung pada industri manufaktur, teknologi, hingga ekspor China.

Selain itu, China memiliki hubungan ekonomi erat dengan negara-negara Teluk dan Iran, termasuk sebagai pembeli utama minyak Teheran.

Rencana Damai Lima Poin

Proposal damai China-Pakistan mencakup sejumlah poin utama.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved