Jumat, 17 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Presiden Macron Tersinggung Istrinya Diejek Donald Trump

Presiden Prancis Emmanuel Macron tersinggung dengan ejekan Presiden Amerika Serikat (AS)  Donald Trump.

Editor: Hasanudin Aco
YouTube The White
MACRON DAN TRUMP - Foto ini diambil dari YouTube The White pada Selasa (25/2/2025) memperlihatkan Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan) berjabat tangan dalam pertemuan mereka di Gedung Putih, Senin (24/2/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Emmanuel Macron tersinggung atas ejekan Donald Trump yang menyinggung soal istrinya.
  • Macron menegaskan pentingnya sikap serius dan memperingatkan agar retorika tidak melemahkan aliansi.
  • Pernyataan Trump menuai kritik luas di Prancis, termasuk dari lawan politik Macron.

TRIBUNNEWS.COM, AS -   Presiden Prancis Emmanuel Macron tersinggung dengan ejekan Presiden Amerika Serikat (AS)  Donald Trump.

“Trump terlalu banyak bicara. Pernyataannya tidak elegan dan tidak sesuai standar," kata Macron di sela kunjungannya ke Korea Selatan, Kamis (2/4/2026).

Trump sebelumnya mengejek Macron dipukul istrinya.

"Dia (Macron) masih dalam masa pemulihan dari pukulan di rahang kanan," kata Trump.

Lalu Trump bilang Brigitte Macron, istri Macron "memperlakukan dia dengan sangat buruk".

Sindiran Trump itu merujuk pada video Mei 2025 lalu saat Macron mengunjungi Vietnam.

Saat itu viral di media sosial Brigitte Macron mendorong wajah Macron saat mereka akan turun dari pesawat.

Namun Trump bilang video itu memperlihatkan Macron 'ditampar' oleh istrinya.

Macron telah membantah soal itu sebagai "disinformasi" dan mengatakan mereka cuma bercanda.

TIBA DI INDONESIA - Presiden Prancis Emmanuel Macron bersama istri Brigitte Macron menuruni tangga pesawat saat tiba di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (27/5/2025). Presiden Prancis Emmanuel Macron berkunjung ke Indonesia pada 27-29 Mei 2025 untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dan juga direncanakan akan mengunjungi Candi Borobudur di Jawa Tengah. TRIBUNNEWS/Biro Pers Kepresidenan/Muchlis Jr
TIBA DI INDONESIA - Presiden Prancis Emmanuel Macron bersama istri Brigitte Macron menuruni tangga pesawat saat tiba di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (27/5/2025). Presiden Prancis Emmanuel Macron berkunjung ke Indonesia pada 27-29 Mei 2025 untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dan juga direncanakan akan mengunjungi Candi Borobudur di Jawa Tengah. TRIBUNNEWS/Biro Pers Kepresidenan/Muchlis Jr (BIRO PERS KEPRESIDENAN/)

PERNYATAAN PERANG IRAN, KLAIM 'HARIMAU KERTAS' NATO

Trump menyampaikan pernyataan tersebut karena kesal dengan sikap Prancis yang tidak memberikan 'dukungan' kepada AS dalam perang melawan Iran.

“Kami sangat ingin mendapat bantuan, bisakah Anda segera mengirim kapal?” kata Trump kepada Macron.

Macron menolak lalu Trump menyindir. 

"Prancis dapat membantu setelah perang dimenangkan".

Sambil menirukan aksen Prancis, Trump menambahkan, “Saya tidak butuh bantuan setelah perang dimenangkan.”

Dia juga mempertanyakan NATO, menyebut aliansi itu sebagai "macan kertas" dan memperingatkan bahwa "aliansi itu tidak akan ada jika kita mengalami perang besar".

Orang Prancis Marah ke Trump

Pernyataan Trump soal Macron  menuai kritik luas di Prancis, termasuk dari lawan-lawan Macron, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita AFP.

Yael Braun-Pivet, presiden Majelis Nasional, mengatakan komentar tersebut "tidak pantas", terutama di saat terjadi konflik global.

 "Orang-orang sekarat dan kita memiliki presiden yang mengejek orang lain," katanya.

Manuel Bompard dari partai France Unbowed juga mengecam pernyataan tersebut, dengan mengatakan bahwa terlepas dari perbedaan politik, komentar seperti itu tentang Macron dan istrinya "sama sekali tidak dapat diterima".

Harian Prancis Le Figaro menggambarkan insiden tersebut sebagai "ledakan kontroversi lainnya".

Macron Memperingatkan

Di tengah ketegangan di Timur Tengah, Macron memperingatkan terhadap upaya militer apa pun untuk membuka kembali Selat Hormuz, menekankan bahwa Prancis tidak mendukung langkah tersebut.

“Sebagian orang membela gagasan membebaskan Selat Hormuz dengan kekerasan. Ini bukanlah pilihan yang pernah kami dukung karena tidak realistis,” katanya saat berkunjung ke Korea Selatan.

Macron memperingatkan bahwa operasi semacam itu akan memakan waktu lama dan berisiko.

Dia menekankan bahwa meskipun selat tersebut sangat penting untuk energi dan perdagangan global, selat itu hanya dapat dibuka kembali “setelah berkonsultasi dengan Iran”.

Teguran Halus kepada AS

Tanpa menyebut nama Trump secara langsung, Macron secara terselubung menyindir perubahan posisi AS.

“Ini bukan sandiwara. Kita sedang membicarakan perang dan perdamaian. Mari kita serius dan jangan mengatakan hal yang berlawanan dengan apa yang kita katakan sehari sebelumnya,” katanya.

Ia juga menepis kritik atas kurangnya dukungan sekutu, dengan mengatakan, “Mereka boleh menyesalkan kenyataan bahwa mereka tidak mendapat bantuan, tetapi itu bukan operasi kami. Kami menginginkan perdamaian secepat mungkin.”

Mengenai NATO, Macron memperingatkan agar tidak melemahkan aliansi melalui retorika publik.

“Jika Anda setiap hari menciptakan keraguan tentang komitmen Anda, Anda akan mengikis substansinya,” katanya.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved