Iran Vs Amerika Memanas
Pesawat Terbang Sejumlah Negara Terancam Mogok, Pasokan Bahan Bakar Menipis
Pesawat terbang di seluruh dunia terutama pesawat komersil dikhawatirkan mogok terbang dalam beberapa pekan.
Ringkasan Berita:
- Kekhawatiran global muncul atas potensi gangguan penerbangan akibat menipisnya bahan bakar jet jika Selat Hormuz diblokir, Asia dan Eropa paling terdampak.
- Para ahli diperingatkan bahwa pengurangan jumlah penerbangan komersial bisa terjadi dalam beberapa minggu ke depan.
- Jika krisis berlanjut, stok bisa kritis dan pemulihan memerlukan waktu pemulihan berbulan-bulan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pesawat terbang di sejumlah negara, terutama pesawat komersil, dikhawatirkan mogok terbang dalam beberapa pekan ke depan.
Penyebabnya stok bahan bakar pesawat terbang mulai menipis.
Risiko kekurangan bahan bakar jet meningkat setiap hari setelah Selat Hormuz diblokir.
Asia dikhawatirkan paling terkena dampaknya.
Dalam skala yang lebih kecil di Eropa juga akan terkena dampak karena dua benua ini bergantung pada minyak dari Teluk dan kilang-kilangnya untuk pasokan bahan bakar.
"Situasi ini, dalam tiga hingga empat minggu ke depan dapat menjadi sistemik," kata ekonom Rystad Energy, Claudio Galimberti di saluran berita keuangan AS CNBC dikutip pada Jumat (17/4/2026).
"Jadi solusinya kemungkinan jumlah penerbangan dikurangi secara signifikan di Eropa, yang akan dimulai pada bulan Mei dan Juni," ia memperingatkan.
Galimberti mengatakan sejumlah penerbangan telah dibatalkan karena kekurangan bahan bakar meski Komisi Eropa mengatakan belum ada kekurangan bahan bakar.
"Saat ini tidak ada bukti kekurangan bahan bakar di Uni Eropa," kata juru bicara Anna-Kaisa Itkonen.
Namun, ia mengakui bahwa "masalah pasokan dapat terjadi dalam waktu dekat, khususnya untuk bahan bakar jet".
Pesawat terbang butuh bahan bakar khusus
- Pesawat terbang butuh bahan bakar khusus yakni Jet A-1 (avtur) untuk mesin turbin dan Avgas 100LL untuk mesin piston.
- Sementara kendaraan umum mobil dan motor pakai bensin atau pertamax untuk mesin bensin dan solar (diesel) untuk mesin diesel.
- Pesawat butuh bahan bakar khusus agar aman dipakai di ketinggian dengan suhu bisa mencapai -50 °C, sehingga bahan bakar harus tetap cair.
- Bahan bakar pesawat lebih stabil dan tidak mudah menguap dibandingkan bensin. Pesawat juga membutuhkan energi besar untuk lepas landas dan terbang jarak jauh.
- Harga avtur di Indonesia per April 2026 sekitar Rp 22.700 – Rp 25.600 per liter. Sementara harga bensin subsidi atau pertalite saat ini Rp 10.000 per liter.
Mulai muncul keluhan
Pekan lalu, Airports Council International Europe mengirim surat kepada Komisi Eropa yang menyatakan bahwa kekurangan bahan bakar jet dalam tiga minggu ke depan atau awal Mei terjadi jika kapal tanker tidak bisa melalui Selat Hormuz.
Lalu lintas kapal pengangkut minyak melalui Selat Hormuz - yang sebelum perang dilalui oleh seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair dunia - hampir sepenuhnya diblokir sejak Amerika Serikat dan Israel sejak mulai membombardir Iran pada 28 Februari.
Hingga kini AS masih memblokade Selat Hormuz tidak mengizinkan kapal tanker pengangkut minyak lewat.
Kepala Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol, juga memperingatkan bahwa Eropa mungkin menghadapi kekurangan bahan bakar jet "mulai awal Mei".
Dalam laporan bulanan terbarunya tentang pasar minyak yang dirilis pada hari Selasa, IEA memajukan batas kekurangan pasokan bahan bakar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-pesawat-yang-baru-saja-mendarat.jpg)