Senin, 13 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Ultimatum Trump Diabaikan, Iran Tegaskan Siap Hadapi 'Neraka' dari Amerika

Ultimatum 48 jam Trump ditolak Iran. Teheran siap hadapi ancaman AS, klaim jatuhkan jet tempur, konflik kian memanas berisiko meluas ke kawasan.

Editor: Nuryanti

Sikap saling ancam dari kedua pihak kini memperbesar risiko konflik terbuka yang dapat berdampak luas, tidak hanya bagi Iran dan Amerika Serikat, tetapi juga bagi stabilitas kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.

Iran Klaim Tembak Jatuh Jet AS

Di tengah memanasnya situasi akibat ultimatum Presiden Amerika Serikat, Pihak Iran justru mengklaim berhasil menembak jatuh beberapa pesawat tempur milik Amerika Serikat, termasuk jet F-15 dan A-10.

Klaim ini menandai peningkatan signifikan dalam intensitas konflik, sekaligus menunjukkan kemampuan pertahanan udara Iran yang aktif merespons serangan.

Di sisi lain, militer Amerika Serikat dilaporkan berhasil menyelamatkan salah satu pilot dari insiden tersebut.

 Namun, satu pilot lainnya hingga kini masih dalam pencarian. Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan dengan melibatkan pasukan khusus yang diterjunkan ke lokasi kejadian.

Situasi di lapangan semakin rumit setelah muncul laporan bahwa warga lokal bersama kelompok bersenjata ikut terlibat dengan menghalangi proses evakuasi. 

Bahkan, helikopter militer Amerika disebut menjadi sasaran tembakan saat mencoba mengevakuasi awak yang jatuh.

Perkembangan ini memperlihatkan bahwa konflik telah memasuki fase yang lebih berbahaya, di mana keterlibatan berbagai pihak di lapangan berpotensi memperluas eskalasi dan menyulitkan upaya pengendalian situasi.

Kendati begitu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa insiden penembakan dua pesawat tempur AS oleh Iran tidak akan memengaruhi proses negosiasi antara kedua negara.

Trump menyebut situasi tersebut merupakan bagian dari konflik yang sedang berlangsung.

“Tidak, tentu saja tidak. Ini adalah perang. Kami saat ini sedang berperang,” ujar Trump, mwengutip Nzherald.

Trump juga mengungkapkan bahwa militer AS masih melakukan operasi pencarian terhadap pilot pesawat yang jatuh.

Namun, ia menolak memberikan rincian lebih lanjut terkait proses tersebut dengan alasan sensitivitas militer.

Saat ditanya mengenai kemungkinan tindakan AS jika pilot yang jatuh disakiti oleh pihak Iran, Trump hanya menjawab singkat, “Kami harap itu tidak terjadi.”

(Tribunnews.com / Namira)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved