Iran Vs Amerika Memanas
AS-Iran dan Mediator Bahas Syarat Gencatan Senjata 45 Hari, Berpotensi Akhiri Perang Secara Permanen
AS, Iran, dan sekelompok mediator regional sedang membahas syarat-syarat untuk gencatan senjata.
Desakan itu disampaikan Donald Trump dalam unggahan yang penuh dengan kata-kata kasar.
Jalur yang menjadi saluran sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam dunia ini sebagian besar telah ditutup sejak perang dimulai pada Sabtu (28/2/2026) lalu.
Trump mengancam akan menghantam infrastruktur energi dan transportasi yang menurut para kritikus akan melanggar hukum internasional.
“Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya digabung menjadi satu, di Iran,” tulisnya di platform Truth Social miliknya, Minggu (5/4/2026).
“Tidak akan ada yang seperti ini!!! Bukalah Selat sialan itu, kalian ba****** gila, atau kalian akan hidup di Neraka – LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah. Presiden DONALD J. TRUMP."
Baca juga: AS Hampir Tidak Mau Menyelamatkan Kru F-15E, Mengira Jebakan Iran
Di luar ancaman militer Trump, upaya diplomatik masih terus dilakukan untuk melihat apakah solusi dapat dicapai untuk membuka kembali jalur perairan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Oman mengatakan, wakil menteri luar negeri dan para ahli dari Iran dan Oman bertemu untuk membahas usulan guna memastikan "transit yang lancar" melalui selat tersebut.
Mesir mengatakan, Menteri Luar Negeri Badr Abdelatty telah berbicara dengan utusan AS Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, serta dengan rekan-rekan mereka dari Turki dan Pakistan.
Rusia mengatakan, Araghchi juga berbicara dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
Lebih dari 1.900 orang telah tewas di Iran sejak perang dimulai, tetapi pemerintahnya belum memperbarui jumlah korban selama beberapa hari.
Di Lebanon, yang telah diinvasi Israel melalui jalur darat, lebih dari 1.400 orang telah tewas dan lebih dari 1 juta orang mengungsi.
Sebelas tentara Israel tewas di sana saat menargetkan militan Hizbullah yang didukung Iran.
Di negara-negara Teluk Arab dan Tepi Barat yang diduduki, lebih dari dua lusin orang tewas, sementara 19 orang dilaporkan tewas di Israel dan 13 anggota militer AS tewas.
(Tribunnews.com/Nuryanti)