Bayi Menangis, Pasutri Asal Florida Dikeluarkan dari Pesawat: Keputusan Maskapai Picu Perdebatan
Keluarga diturunkan dari pesawat karena bayi mereka menangis dan diduga sakit tanpa pemeriksaan langsung.
Ringkasan Berita:
- Keluarga diturunkan dari pesawat karena bayi mereka menangis dan diduga sakit tanpa pemeriksaan langsung.
- Maskapai menyatakan keputusan diambil berdasarkan konsultasi medis demi keselamatan penumpang.
- Kasus ini memicu perdebatan publik antara dukungan terhadap maskapai dan simpati untuk orang tua bayi.
TRIBUNNEWS.COM - Sepasang suami istri dikeluarkan dari penerbangan setelah bayi mereka menangis.
Dilaporkan New York Post, insiden ini terjadi pada penerbangan pulang Allegiant Air dari Punta Gorda, Florida, menuju Indianapolis.
Bayi perempuan mereka, Ellie, rewel dan menangis selama beberapa menit sebelum seorang petugas maskapai mendekati mereka.
Awalnya, keluarga tersebut tidak mengalami masalah saat melewati pemeriksaan keamanan dan menuju gerbang. Namun setelah duduk di dalam pesawat, mereka diminta menunjukkan boarding pass dan ditanyai detail tentang bayi mereka, seperti nama dan tanggal lahir.
“Saat itu mereka menyebut bayi kami sebagai ‘bayi tanpa identitas’ lewat radio. Lalu mereka mengatakan seorang pramugari melaporkan bayi kami demam [karena wajahnya merah akibat menangis] … dan mengatakan tenaga medis tidak mengizinkannya terbang, jadi kami harus turun,” jelas sang ibu dalam video TikTok yang ditonton jutaan kali.
Ia juga mengatakan tidak ada tenaga medis yang benar-benar memeriksa bayinya. Tidak ada pengecekan suhu, meskipun penumpang lain tidak diperiksa sama sekali.
“Mereka hanya bilang wajahnya merah dan terlihat seperti ruam. Padahal ada bayi lain di pesawat yang juga menangis. Kami diminta turun atau polisi akan menurunkan kami, padahal kami tidak melawan atau berkata kasar,” lanjutnya.
Baca juga: Penumpang Melahirkan di Pesawat dalam Penerbangan Jamaika–New York
Keluarga tersebut kemudian dijadwalkan ulang untuk penerbangan keesokan harinya. Namun, mereka mengaku tidak diberikan akomodasi, transportasi, atau kompensasi. Bahkan, bagasi mereka tertinggal di penerbangan sebelumnya.
Anehnya, pada penerbangan kedua, mereka bisa naik tanpa masalah. Maskapai bahkan memberi fasilitas tambahan seperti prioritas boarding dan kursi dengan ruang kaki lebih luas — sesuatu yang menurut mereka tidak terlalu penting.
Pihak Allegiant Air menjelaskan bahwa kru bertanggung jawab mengambil keputusan cepat demi keselamatan penumpang. Jika ada kekhawatiran terkait kondisi kesehatan, kru akan berkonsultasi dengan layanan medis seperti MedLink.
Dalam kasus ini, setelah melihat gejala yang dianggap mencurigakan, kru berkonsultasi dengan MedLink yang kemudian menyarankan agar bayi tersebut tidak melanjutkan penerbangan demi keselamatannya.
Video kejadian ini menjadi viral dengan ribuan komentar dan opini beragam.
Sebagian mendukung maskapai, menyebut keputusan itu sebagai langkah pencegahan demi kesehatan bayi.
Namun, banyak juga yang bersimpati kepada keluarga tersebut, bahkan mempertanyakan apakah maskapai berhak mengambil keputusan medis tanpa pemeriksaan langsung.
Ada pula yang menilai maskapai seharusnya memberikan kompensasi, serta kritik bahwa dunia sering kali mempersulit orang tua baru.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-bayi-menangis-yang-diunduh-dari.jpg)