Donald Trump Pimpin Amerika Serikat
Ganti Nama Bandara Jadi Trump, Florida Rogoh Dana Lebih dari Rp93 Miliar
Florida akan mengganti nama Bandara Palm Beach menjadi Trump International Airport dengan biaya hingga $5,5 juta.
Ringkasan Berita:
- Florida akan mengganti nama Bandara Palm Beach menjadi Trump International Airport dengan biaya hingga $5,5 juta.
- Langkah ini menuai kritik karena dianggap pemborosan uang pajak dan bermuatan politik.
- Pendukung kebijakan menilai nama Trump sebagai “merek global” dapat memberi manfaat ekonomi.
TRIBUNNEWS.COM - Partai Demokrat mengkritik keras legislator Florida setelah meloloskan undang-undang untuk mengganti nama Bandara Internasional Palm Beach menjadi nama Presiden Donald Trump—karena biaya yang diperkirakan mencapai 5,5 juta dolar AS atau sekitar Rp93,423 miliar.
Mengutip The Independent, dalam pernyataan setelah Gubernur Ron DeSantis menandatangani undang-undang tersebut, Pemimpin Demokrat DPR Florida Fentrice Driskell mengatakan bahwa pejabat Partai Republik “memilih untuk menghabiskan lima juta dolar uang pajak hanya untuk mengganti nama bandara dengan nama presiden.”
“Uang Anda disalahgunakan untuk merayakan seseorang yang menyebabkan harga bensin naik di atas 4 dolar per galon, harga bahan makanan melonjak, dan biaya kesehatan meningkat,” tambahnya. “Jelas bahwa Partai Republik di Tallahassee lebih peduli pada aksi politik daripada kondisi keuangan masyarakat.”
Secara keseluruhan, perubahan nama ini diperkirakan menelan biaya hingga 5,5 juta dolar AS, menurut dokumen permintaan pendanaan ke Senat negara bagian.
Biaya tersebut—yang tidak termasuk dalam undang-undang—akan digunakan untuk memperbarui, membuat, dan memasang ulang seluruh papan nama di jalan, terminal, area parkir, lokasi lapangan terbang, peralatan, dan kendaraan; memperbarui elemen merek seperti logo dan desain; serta merevisi situs web, aplikasi, media sosial, materi promosi, seragam, dan lainnya.
“Kami ingin memastikan proses transisi ini tetap mudah dan familiar bagi penumpang,” kata Direktur Bandara Laura Beebe. Ia menambahkan bahwa tim akan bekerja di balik layar agar pengalaman penumpang tetap lancar.
Anggota DPR negara bagian Meg Weinberger, pengusul rancangan undang-undang tersebut, membela biaya yang besar. Ia menilai nama Trump sebagai “merek global” dapat memberikan manfaat ekonomi bagi komunitas dan negara bagian.
“Saya pikir ini akan sangat membantu komunitas dan negara bagian kita,” ujarnya.
Baca juga: Bandara Palm Beach Florida Berganti Nama Menjadi Donald J. Trump International Airport
Bandara yang akan berganti nama menjadi Trump International Airport itu terhubung dengan Donald J. Trump Boulevard, jalan yang mengarah ke kediaman Mar-a-Lago milik Trump.
Dalam perdebatan sebelumnya, Senator Carlos Guillermo Smith menuduh Partai Republik menjadikan bandara sebagai sarana pencitraan.
“Kita menggunakan jutaan dolar uang pajak untuk membantu presiden memperkaya dirinya melalui penggunaan nama ini,” katanya.
Pada bulan yang sama, perusahaan Trump Organization mengajukan permohonan merek dagang untuk nama Donald Trump terkait penggunaan di bandara, bus antar-jemput, hingga seragam penerbangan.
Namun, perusahaan tersebut menegaskan bahwa presiden dan keluarganya tidak akan menerima royalti atau keuntungan finansial dari perubahan nama bandara tersebut.
Pergantian nama ini merupakan bagian dari upaya terbaru untuk menghormati Trump. Namanya juga telah dipasang di beberapa institusi di Washington D.C., seperti Kennedy Center dan U.S. Institute of Peace, meskipun terdapat gugatan hukum terkait hal tersebut.
Trump juga berencana membangun perpustakaan kepresidenannya di Miami dalam bentuk gedung pencakar langit tepi laut, lengkap dengan nama “Trump” di puncaknya serta berbagai elemen simbolik di dalamnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TUJUAN-PERANG-AS-DI-IRAN-GAGAL-TOTAL.jpg)