Rabu, 22 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

20 Ribu PMI di Timteng Terancam Konflik, Menteri P2MI Siapkan Sejumlah Opsi Ini

Sebanyak 20 ribu pekerja migran Indonesia (PMI) berada di sejumlah negara Timur Tengah yang saat ini dilanda konflik, Pemerintah siapkan opsi.

Penulis: Reza Deni
Dok. Kemen P2MI
NASIH 20 RIBU PMI - Menteri P2MI, Mukhtarudin. Sebanyak 20 ribu pekerja migran Indonesia (PMI) berada di sejumlah negara Timur Tengah yang saat ini dilanda konflik, Pemerintah siapkan opsi. 
Ringkasan Berita:
  • Menteri P2MI, Mukhtarudin, mengungkapkan 20 ribu pekerja migran Indonesia (PMI) berada di sejumlah negara Timur Tengah yang saat ini dilanda konflik.
  • Pemerintah pun mulai menyiapkan langkah mitigasi, termasuk opsi penghentian sementara penempatan pekerja migran ke wilayah rawan.
  • P2MI juga telah membentuk Tim Crisis Monitoring di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan untuk memantau situasi secara intensif.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengungkapkan sebanyak 20 ribu pekerja migran Indonesia (PMI) berada di sejumlah negara Timur Tengah yang saat ini dilanda konflik.

Pemerintah pun mulai menyiapkan langkah mitigasi, termasuk opsi penghentian sementara penempatan pekerja migran ke wilayah rawan.

Dia mengatakan, pihaknya telah membentuk Tim Crisis Monitoring di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan untuk memantau situasi secara intensif.

“Secara harian melakukan monitoring dan koordinasi dengan perwakilan kita di luar negeri, terutama di daerah konflik dan sekitarnya, serta melakukan langkah-langkah mitigasi perlindungan,” kata Mukhtarudin dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, pemerintah juga mempertimbangkan langkah “cooling down” atau penghentian sementara pengiriman PMI ke kawasan yang dinilai berisiko tinggi.

“Daerah-daerah yang sangat rawan konflik dan berpotensi membesar, kita akan cooling down untuk melakukan penempatan,” ujarnya.

Baca juga: MUI Sampaikan 10 Taujihat Hentikan Perang di Timur Tengah

Mukhtarudin menambahkan pihaknya juga melakukan pendataan terhadap perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) yang menyalurkan tenaga kerja ke kawasan Timur Tengah guna memetakan kendala di lapangan.

Dia mengungkapkan, sebagian besar PMI di wilayah konflik kini mengalami tekanan psikologis akibat situasi keamanan yang tidak menentu.

“Traumatik, psikologis ini mereka rasakan karena mendengar bom dan rudal setiap hari. Kami sudah menyiapkan layanan konsultasi psikologis secara daring sesuai kebutuhan, dan ini sudah berjalan,” jelasnya.

Baca juga: Timur Tengah Memanas! Menhan Israel Ancam Habisi Pemimpin Iran, Hancurkan Infrastruktur Negara

Merujuk ke data Kementerian P2MI, ada 20.784 kontrak kerja aktif PMI di kawasan Asia Barat sejak 2023 hingga 30 Maret 2026.

Sejak 1 Maret hingga 7 April 2026, tercatat 86 aduan dari pekerja migran Indonesia di wilayah perbatasan Iran.

Aduan tersebut didominasi oleh PMI yang berada di Arab Saudi sebanyak 141 orang, disusul Turki 18 orang, serta Uni Emirat Arab sebanyak 11 orang.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved