Kamis, 9 April 2026

Polda Riau dan Polis Diraja Malaysia Perkuat Sinergi Tangani Narkotika dan Terorisme

Kunjungan yang berlangsung pada 6 hingga 8 April 2026 tersebut diisi dengan serangkaian pertemuan bersama satuan elite Polis Diraja Malaysia. 

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Erik S
HO/IST/istimewa
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan saat melakukan pertemuan dengan jajaran Polis Diraja Malaysia dalam rangka memperkuat kerja sama penanganan kejahatan lintas negara. 

Ringkasan Berita:
  • Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan melakukan kunjungan kerja ke Malaysia untuk memperkuat kerja sama penanganan kejahatan lintas negara, termasuk narkotika dan terorisme.
  • Pertemuan dengan sejumlah satuan elit difokuskan pada pertukaran intelijen, patroli bersama, dan pencegahan ancaman regional.

TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR - Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan melakukan kunjungan kerja strategis ke Malaysia guna memperkuat kolaborasi penanganan kejahatan lintas negara, khususnya narkotika, terorisme, dan kejahatan transnasional lainnya yang melibatkan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Kunjungan yang berlangsung pada 6 hingga 8 April 2026 tersebut diisi dengan serangkaian pertemuan bersama satuan elite Polis Diraja Malaysia

Di antaranya Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik (JSJN), Special Branch E3, unit counter terrorism E8, hingga Ketua Polis Melaka.

Pertemuan pertama dilakukan dengan JSJN Malaysia yang dipimpin DCP Mat Zani Mohd Salahuddin Che Ali bersama jajaran. 

Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama dalam penanganan tindak pidana narkotika, termasuk pertukaran informasi intelijen dan analisa nomor telepon lintas negara.

“Kunjungan ini kami lakukan untuk memperkuat kolaborasi konkret, terutama dalam menghadapi peredaran narkotika yang bersifat lintas batas. Kami ingin membangun sistem kerja sama yang lebih cepat, presisi, dan real time antara Indonesia dan Malaysia,” ujar Kapolda Riau, Kamis (9/4/2026).

Selain itu, kedua pihak juga membahas kemungkinan pelaksanaan hot pursuit terhadap pelaku kejahatan yang melarikan diri melintasi batas negara sebagai bagian dari upaya penegakan hukum yang lebih efektif.

Pada hari yang sama, Kapolda Riau juga bertemu dengan Special Branch E3 Malaysia

Pertemuan ini membahas isu strategis lintas negara seperti narkotika, terorisme, hingga penyelundupan manusia (people smuggling). Jalur masuk ilegal, termasuk wilayah perairan Dumai, menjadi perhatian bersama.

Dalam forum tersebut, Irjen Herry menegaskan bahwa penanganan narkotika menjadi prioritas utama, mengingat sebagian besar jalur masuk narkotika ke wilayah Riau berasal dari luar negeri.

“Kami membutuhkan dukungan informasi dari pihak Malaysia karena karakter kejahatan ini lintas negara. Tanpa kerja sama yang kuat, penanganannya tidak akan optimal,” tegasnya.

Selain isu kriminalitas, pembahasan juga mencakup isu lingkungan, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi berdampak lintas negara. Polda Riau telah melakukan langkah preventif melalui program Desa Bebas Api serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan.

Kapolda Riau juga mengundang pihak Malaysia untuk melakukan patroli udara bersama guna melihat langsung kondisi wilayah serta mengantisipasi dampak kabut asap di kawasan regional.

Rangkaian kunjungan turut diisi dengan silaturahmi bersama Tan Sri Abdul Hamid Bador dan Datuk Ing, yang membahas refleksi kerja sama penanganan terorisme serta penguatan program deradikalisasi.

Selanjutnya, Kapolda Riau bertemu dengan unit counter terrorism E8 Malaysia yang mengungkap adanya fenomena baru radikalisasi di kalangan anak muda, termasuk melalui media sosial dan game online. 

Baca juga: Kapolda Riau: Masa Depan Riau Bergantung pada Keberanian Generasi Muda Peduli Lingkungan

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved