Kamis, 9 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Ada Kemungkinan Sabotase, Erdogan Ingatkan soal Ancaman dalam Gencatan Senjata AS dan Iran

Erdogan memperingatkan tentang ancaman dari kemungkinan provokasi dan sabotase terhadap kesepakatan gencatan senjata Iran dan AS.

Penulis: Nuryanti

Ringkasan Berita:
  • Menanggapi adanya gencatan senjata, Erdogan menyambut baik kesepakatan di menit-menit terakhir tersebut.
  • Dalam percakapan telepon dengan rekan sejawatnya dari AS, Donald Trump, Erdogan mendesak "kesepakatan perdamaian abadi" dengan Iran.
  • Erdogan juga menyerukan agar “proses ini tidak dikompromikan dalam keadaan apa pun”.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan tentang ancaman dari kemungkinan provokasi dan sabotase terhadap kesepakatan gencatan senjata yang disepakati oleh Iran dan Amerika Serikat (AS).

Menanggapi adanya gencatan senjata, Erdogan menyambut baik kesepakatan di menit-menit terakhir tersebut.

“Kami berharap gencatan senjata akan sepenuhnya diterapkan di lapangan tanpa memberikan kesempatan bagi kemungkinan provokasi dan sabotase," katanya, Rabu (8/4/2026), dilansir Arab News.

Sementara, dalam percakapan telepon dengan rekan sejawatnya dari AS, Donald Trump, Erdogan mendesak "kesepakatan perdamaian abadi" dengan Iran.

“Kesempatan selama dua minggu ini, yang terbuka setelah 40 hari ketegangan dan penderitaan yang cukup besar bagi seluruh dunia, harus dimanfaatkan untuk mencapai kesepakatan perdamaian yang langgeng,” kata Erdogan kepada Trump.

Erdogan juga menyerukan agar “proses ini tidak dikompromikan dalam keadaan apa pun” dan mengatakan Turki akan memberikan dukungan penuh untuk memastikan hal tersebut.

Israel Siap Kembali Berperang Lawan Iran

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel tetap siap untuk menghadapi Iran jika perlu, meskipun gencatan senjata telah tercapai antara Amerika Serikat dan Iran.

“Izinkan saya memperjelas: Kita masih memiliki tujuan yang harus diselesaikan, dan kita akan mencapainya – baik melalui kesepakatan atau melalui pertempuran yang kembali terjadi,” kata Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi, Rabu, dikutip dari Al Arabiya.

“Kami siap kembali bertempur kapan pun diperlukan. Jari kami tetap berada di pelatuk. Ini bukanlah akhir dari kampanye, tetapi sebuah langkah menuju pencapaian semua tujuan kami.”

“Iran memasuki masa jeda ini dalam keadaan babak belur, lebih lemah dari sebelumnya," lanjutnya.

Baca juga: Trump Ngamuk! Negara yang Pasok Senjata ke Iran Siap Dikenai Sanksi Tarif 50 Persen

Netanyahu juga membalas kritik dari para pemimpin oposisi yang menegurnya karena menyetujui gencatan senjata sebelum Israel mencapai tujuannya dalam perang tersebut.

“Seperti yang Anda ketahui, tadi malam gencatan senjata sementara selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku, sepenuhnya berkoordinasi dengan Israel,” kata Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi.

“Tidak, kami tidak terkejut di saat-saat terakhir,” jelasnya.

Gencatan Senjata Terancam

Diberitakan AP News, kesepakatan gencatan senjata untuk menghentikan perang di Iran tampaknya berada di ujung tanduk pada hari Rabu setelah Republik Islam menutup Selat Hormuz lagi sebagai tanggapan atas serangan Israel di Lebanon.

Gedung Putih menuntut agar selat tersebut dibuka kembali dan berupaya menjaga agar pembicaraan perdamaian tetap berjalan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved