Jumat, 24 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS Cegat 8 Kapal Tanker Iran, Klaim Blokade Laut Efektif meski Dipertanyakan

AS cegat 8 tanker Iran dan klaim blokade efektif. Tapi kapal masih melintas di Selat Hormuz, memicu keraguan dan ancaman pada perdagangan global.

Ringkasan Berita:
  • AS cegat 8 kapal tanker Iran dan klaim blokade efektif, bahkan disebut melumpuhkan perdagangan laut Iran dalam waktu kurang dari 36 jam.
  • Blokade dilakukan tanpa kekerasan, hanya dengan instruksi radio agar kapal berbalik, sebagai upaya menekan ekonomi dan melindungi kepentingan strategis AS di Timur Tengah.
  • Efektivitas mulai diragukan, karena masih ada kapal yang melintas di Selat Hormuz, menunjukkan jalur belum sepenuhnya tertutup dan sulit diblokade total.

TRIBUNNEWS.COM - Militer Amerika Serikat mengklaim telah berhasil memukul mundur delapan kapal tanker minyak yang terkait dengan Iran sejak pemberlakuan blokade laut pada awal pekan ini.

Tak hanya itu, blokade juga disebut berhasil menghentikan hampir seluruh aktivitas perdagangan laut Iran. Bahkan dalam waktu kurang dari 36 jam sejak blokade diterapkan, arus ekonomi Iran melalui jalur laut telah terhenti.

Klaim tersebut disampaikan oleh Laksamana Brad Cooper, Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam wawancara dengan The Wall Street Journal pada Rabu (15/4/2026).

Cooper  menjelaskan langkah ini dilakukan tak lama setelah kegagalan pembicaraan antara perwakilan Amerika Serikat dan Iran dalam perundingan yang digelar di Pakistan.

Kegagalan diplomasi tersebut dinilai menjadi salah satu pemicu meningkatnya tekanan militer di kawasan, hingga Presiden AS Donald Trump memberlakukan blokade terhadap akses Selat Hormuz yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan Iran.

Namun dalam pelaksanaannya, proses pencegatan dilakukan tanpa tindakan militer langsung. 

Pasukan angkatan laut AS hanya menghubungi awak kapal melalui komunikasi radio dan menginstruksikan mereka untuk berbalik arah.

Seluruh kapal yang dicegat disebut mematuhi instruksi tersebut, sehingga tidak diperlukan pemeriksaan atau tindakan paksa di laut.

Dalam beberapa kasus, kapal tanker yang dicegat diketahui berangkat dari pelabuhan Chabahar di Teluk Oman. Selain kapal perang, AS juga mengerahkan pesawat patroli maritim P-8 untuk memantau dan mencegat pergerakan kapal.

Pendekatan ini menunjukkan blokade dilakukan dengan cara pengendalian jalur laut strategis, bukan penutupan fisik, namun tetap efektif dalam menghambat aktivitas pelayaran yang terkait dengan Iran.

Upaya Lindungi Kepentingan Strategis AS

Blokade dilakukan pemerintah AS bukan tanpa alasan, mengutip dari Al Arabiya tindakan ini bertujuan untuk melindungi kepentingan strategis serta keamanan sekutu di kawasan Timur Tengah.

Baca juga: Blokade AS di Selat Hormuz Picu Kepanikan: Jalur Dagang Dunia Lumpuh 36 Jam, Kapal Enggan Melintas

Selain itu, langkah tersebut juga dimaksudkan untuk membatasi ruang gerak militer dan ekonomi Iran, terutama setelah Iran memberlakukan tarif tinggi bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Kebijakan tarif tersebut dinilai oleh AS dapat mengganggu stabilitas perdagangan internasional dan meningkatkan ketegangan di jalur pelayaran penting dunia.

Dengan memukul mundur kapal tanker, AS berupaya menghambat distribusi minyak Iran ke pasar global. 

Hal ini menjadi bagian dari strategi tekanan ekonomi yang diharapkan dapat mempengaruhi posisi Iran dalam konflik yang sedang berlangsung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved