Iran Vs Amerika Memanas
AS Tolak Usulan Rusia Soal Pengambilalihan Uranium Iran
Iran menegaskan, setiap keputusan akan bergantung pada apakah mereka bisa mencapai kesepakatan dengan AS, termasuk mengenai program nuklir Iran.
Ringkasan Berita:
- Amerika Serikat menolak proposal Rusia untuk mengambil persediaan uranium Iran yang telah diperkaya sebagai jalan tengah menyelesaikan konflik di Timur Tengah.
- Iran menegaskan, setiap keputusan akan bergantung pada apakah mereka mampu mencapai kesepakatan dengan AS, termasuk mengenai program nuklir Iran.
TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat menolak proposal Rusia untuk mengambil persediaan uranium Iran.
Kremlin mengatakan Rusia siap mengambil uranium yang diperkaya Iran, menyebutnya sebagai solusi yang baik.
Juru bicara Kremlin dikutip Rabu mengatakan, Amerika Serikat telah menolak proposalnya agar Rusia mengambil semua uranium yang diperkaya Iran dari negara itu sebagai cara untuk membantu menyelesaikan konflik Timur Tengah.
Rusia pertama kali mengusulkan pada Juni lalu untuk mengambil alih persediaan uranium Iran, tetapi tidak ada tindakan yang diambil. Menurut laporan berita, Rusia kembali mengajukan proposal tersebut minggu ini.
"Rusia siap menerima uranium yang diperkaya Iran di wilayahnya," kata kantor berita negara RIA, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada saluran televisi India, India Today.
"Ini akan menjadi keputusan yang baik. Tetapi sayangnya, pihak Amerika menolak proposal ini."
Kesepakatan nuklir bersyarat
Laporan berita AS mengutip sumber yang mengatakan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah menolak proposal tersebut.
Sementara itu, Iran mengatakan bahwa setiap keputusan akan bergantung pada apakah mereka mampu mencapai kesepakatan dengan AS, termasuk mengenai program nuklirnya.
Baca juga: Rusia Siap Terima Uranium yang Diperkaya Milik Iran, Putin Beri Usulan ke AS tapi Belum Direspons
AS telah mengutip persediaan uranium yang diperkaya milik Iran—dan kemungkinan Iran dapat memperoleh senjata nuklir—sebagai dasar serangannya terhadap Iran.
Seorang wakil menteri luar negeri Rusia tahun lalu menyatakan bahwa Rusia bersedia untuk memindahkan persediaan uranium tersebut dari Iran dan mengubahnya menjadi bahan bakar reaktor sipil untuk membantu memfasilitasi negosiasi.
Reuters/TRT World
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Juru-bicara-Kremlin-Dmitry-Peskov-_.jpg)