Selasa, 9 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Inggris-AS Pecah Kongsi, Starmer Tegas Menolak Ikut Perang Iran meski Diancam Trump

Inggris menolak ikut perang Iran meski ditekan Trump. Ancaman dagang hingga kritik keras memicu ketegangan, namun London tetap jaga hubungan dengan AS

Tayang:
Instagram resmi PM Inggris Keir Starmer @keirstarmer
INGGRIS TOLAK PERANG - Foto PM Inggris Keir Starmer saat menyambut kedatangan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Downing Street, 2 Maret 2025. Inggris menolak ikut perang Iran meski ditekan Trump. Ancaman dagang hingga kritik keras memicu ketegangan, namun London tetap jaga hubungan dengan AS. 

Ketegangan diplomatik semakin melebar ketika Trump juga mengkritik kebijakan domestik Inggris.

Ia menilai pembatasan eksplorasi minyak di Laut Utara sebagai keputusan yang keliru dan menyebutnya sebagai “kesalahan tragis”.

Selain itu, kebijakan imigrasi Inggris juga menjadi sasaran kritik, dengan Trump menilai sistem tersebut tidak terkendali dan berpotensi merugikan negara.

Rangkaian pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa perselisihan antara Washington dan London tidak lagi terbatas pada isu perang Iran, tetapi telah merambah ke berbagai sektor strategis.

Menandai memburuknya hubungan antara kedua negara yang selama ini dikenal memiliki kemitraan erat dalam bidang politik, ekonomi, dan keamanan.

Inggris Redam Ketegangan Tegaskan Hubungan Tetap Kuat

Meski demikian, pihak pemerintah Inggris berusaha meredam situasi. Melalui pernyataan resmi, juru bicara Downing Street menegaskan bahwa hubungan antara London dan Washington tidak bisa dinilai hanya dari satu isu, melainkan mencerminkan kemitraan luas yang telah terjalin lama di berbagai sektor strategis.

Pernyataan ini muncul di tengah kritik tajam dari Presiden AS, Donald Trump, terhadap keputusan Perdana Menteri Keir Starmer yang menolak keterlibatan Inggris dalam perang Iran.

Pemerintah Inggris menekankan bahwa kerja sama kedua negara tetap berjalan, khususnya dalam bidang perdagangan, pertahanan, dan keamanan.

Downing Street juga menyampaikan bahwa komunikasi antara kedua pihak masih berlangsung secara aktif.

Dialog bilateral terus dilakukan untuk menjaga stabilitas hubungan dan memastikan bahwa perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Upaya ini dinilai penting mengingat Amerika Serikat merupakan salah satu mitra strategis utama bagi Inggris di tingkat global.

Dengan demikian, meskipun terjadi gesekan politik, kedua negara masih memiliki kepentingan bersama yang lebih luas untuk dipertahankan.

(Tribunnews.com / Namira)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved