Jumat, 8 Mei 2026

Ancaman Krisis Energi

Dulu Krisis Energi, Kini Harga BBM di Filipina Turun hingga 24 Persen

Jika dibandingkan dengan level tertinggi sebelumnya yang sempat mencapai 170 peso, penurunan harga ini mencapai hampir 24 persen

Tayang:
Penulis: Bobby W
Editor: Suci BangunDS

Sebelumnya, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. sempat mengumumkan secara resmi status krisis energi nasional menyusul lonjakan harga minyak dunia yang tidak terkendali akibat tensi geopolitik di Timur Tengah.

“Keadaan darurat energi nasional dengan ini diumumkan mengingat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, dan bahaya yang ditimbulkan terhadap ketersediaan dan stabilitas pasokan energi negara,” demikian bunyi perintah eksekutif presiden mengutip The Guardian pada 24 Maret 2026 lalu

Akibatnya, saat itu harga BBM dan gas naik yang berimbas pada kenaikan harga kebutuhan pokok.

Berdasarkan data dari Kementerian Energi Filipina atau Kagawaran ng Enerhiya, harga diesel bahkan sempat melonjak dari kisaran 48 hingga 65 peso pada Februari 2026 menjadi lebih dari 160 peso hanya dalam hitungan minggu. 

Bahkan, Filipina sempat tercatat sebagai salah satu negara dengan persentase kenaikan harga diesel tercepat di dunia dalam kurun waktu satu bulan.

Baca juga: Daftar Harga Elpiji 12 Kg dan 5,5 Kg Terbaru di Seluruh Provinsi: Resmi Naik, Kini Tak Hanya BBM

Dampak dari kenaikan tajam sebelumnya sangat dirasakan oleh para pengemudi angkutan umum seperti jeepney dan bus, serta penyedia jasa logistik.

Kondisi tersebut sempat memicu kekhawatiran akan inflasi bahan pangan karena biaya distribusi barang kebutuhan pokok yang ikut naik.

Oleh karena itu, langkah penurunan harga yang dimulai oleh Shell Pilipinas dan kemungkinan besar akan diikuti oleh perusahaan minyak lainnya ini dipandang sebagai kabar baik bagi stabilitas ekonomi masyarakat.

Hal ini terjadi mengingat Shell Philipinas sendiri merupakan operator BBM swasta terbesar kedua di Filipina di belakang operator Petron Corporation yang sebelumnya pernah menyandang status BUMN sebelum diakuisisi San Miguel Corporation (SMC) pada 2010.

Pemerintah Filipina sendiri tetap memantau pergerakan pasar minyak global untuk memastikan kebijakan energi tetap terjaga. 

Meski harga aktual di setiap stasiun pengisian bahan bakar mungkin sedikit berbeda tergantung pada lokasi dan jenis produknya, tren penurunan ini diharapkan bisa menurunkan biaya operasional transportasi dan menjaga harga barang kebutuhan tetap stabil bagi konsumen luas.

(Tribunnews.com/Bobby)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved