Jumat, 1 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Siapa Sebenarnya yang Berkuasa di Iran Saat Ini? Trump Mulai Menyindir

Donald Trump baru saja mengumumkan bahwa saat ini pemerintah Iran sudah terpecah belah.

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco

Bertentangan dengan persepsi adanya jurang pemisah antara kepemimpinan sipil dan militer, para ahli berpendapat bahwa Iran beroperasi sebagai sistem terpadu di mana diplomasi dan strategi militer saling terkait erat.

IRGC: Dari penjaga menjadi pusat kekuasaan

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang didirikan setelah Revolusi Islam 1979 untuk melindungi rezim, telah berkembang menjadi lembaga paling kuat di Iran. 

Saat ini, IRGC berfungsi tidak hanya sebagai kekuatan militer tetapi juga sebagai jaringan intelijen, konglomerat ekonomi, dan perantara kekuatan regional, yang memberikan pengaruh di Lebanon, Irak, Suriah, dan Yaman melalui kelompok-kelompok sekutunya.

Pasukan Basij menegakkan kontrol domestik, sementara Pasukan Quds elit mengawasi operasi di luar negeri.

Sanksi dan konflik selama beberapa dekade justru memperkuat, bukan melemahkan, IRGC, sehingga memungkinkan organisasi tersebut membangun struktur ekonomi dan politik paralel yang semakin menyaingi, dan seringkali menyaingi, lembaga-lembaga negara formal.

Para analis kini menggambarkan Iran bukan lagi sebagai negara dengan militer yang kuat, melainkan lebih sebagai sistem militer-keamanan dengan negara yang berlapis di sekitarnya.

Meskipun para pemimpin sipil seperti Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad-Bagher Ghalibaf, dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi tetap menjadi wajah publik pemerintahan, para analis mengatakan peran mereka semakin terbatas pada pelaksanaan keputusan yang dibentuk di dalam lembaga keamanan.

Di pusat kekuasaan

Di jantung struktur yang terus berkembang ini terdapat Ahmad Vahidi, kepala IRGC saat ini , yang telah muncul sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di Iran.

Sebagai anggota pendiri Garda Revolusi dan mantan komandan Pasukan Quds, Vahidi mewakili faksi garis keras yang mengutamakan keamanan di dalam pemerintahan. 

Setelah pendahulunya tewas di awal konflik, ia diangkat ke posisi tinggi dan sejak itu telah mengkonsolidasikan otoritas di seluruh aparat keamanan.

Para analis menggambarkannya sebagai sosok yang mewakili aliran kepemimpinan Iran yang paling garis keras dan militan, dengan pengaruh yang meluas melampaui operasi militer hingga pengambilan keputusan strategis, termasuk negosiasi gencatan senjata dan kebijakan eskalasi.

Vahidi juga dipandang sebagai salah satu arsitek utama di balik jaringan milisi sekutu dan kelompok proksi Iran, khususnya di Lebanon dan di seluruh Asia Barat, yang merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengekspor Revolusi Islam.

Menurut para ahli, jaringannya, yang mencakup tokoh-tokoh senior IRGC dan pejabat dewan keamanan seperti Mohammad Bagher Zolghadr, secara efektif menetapkan garis merah diplomasi Iran, termasuk melestarikan program rudalnya, kemampuan nuklirnya, dan aliansi regionalnya.

Dia masih dikenai sanksi oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Kanada atas dugaan keterlibatannya dalam terorisme dan aktivitas nuklir.

Kepemimpinan sipil terbatas

Meningkatnya dominasi IRGC telah secara signifikan membatasi otonomi kepemimpinan sipil Iran.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved