Sabtu, 25 April 2026

Media Israel: Netanyahu Picu Perpecahan dan Jadi Bencana Terbesar di Dalam Negeri

Kritik keras datang dari media Israel terhadap Benjamin Netanyahu, yang dinilai bertanggung jawab atas krisis internal.

Tribunnews.com/T(angkap layar ndtv.com)
NETANYAHU DIKABARKAN TEWAS - PM Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan tewas usai kena serangan rudal Iran. Kritik keras datang dari media Israel terhadap Benjamin Netanyahu, yang dinilai bertanggung jawab atas krisis internal. 

Ringkasan Berita:
  • Media Israel menyebut perpecahan internal sebagai krisis paling berbahaya.
  • Ketegangan di Masjid al-Aqsa memperburuk konflik agama dan identitas.
  • Netanyahu dituding menjadi penyebab utama memburuknya kondisi sosial dalam negeri.

 

TRIBUNNEWS.COM - Harian Israel, Maariv, melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu.

Dalam laporannya, media tersebut memperingatkan bahwa arah kebijakan pemerintah saat ini telah membawa negara ke dalam situasi yang digambarkan sebagai sebuah bencana terbesar sejak pendudukan Palestina.

Maariv menilai bahwa ancaman paling serius yang kini dihadapi Israel bukan hanya berasal dari luar, melainkan dari dalam negeri sendiri.

Keretakan sosial yang semakin dalam disebut sebagai krisis sentral yang berpotensi merusak fondasi negara.

Surat kabar itu bahkan menggunakan istilah 'Kuil Ketiga' untuk menggambarkan simbol ideologis yang terancam runtuh akibat perpecahan tersebut.

Istilah ini merujuk pada gagasan pembangunan kuil Yahudi di kawasan Masjid al-Aqsa.

Tepatnya di area yang saat ini ditempati oleh Dome of the Rock, mengutip Al Mayadeen, Sabtu (25/4/2026).

Ketegangan di kawasan suci tersebut juga disebut semakin meningkat.

Baca juga: Alasan IRGC Sita 2 Kapal Kargo di Selat Hormuz: Operasi Tanpa Izin, Dugaan Keterkaitan dengan Israel

Serangan yang dilakukan oleh pemukim Israel ke dalam kompleks, serta insiden berulang terhadap jamaah Muslim, dinilai sebagai bagian dari upaya lebih luas untuk mengubah status quo historis dan keagamaan.

Langkah-langkah tersebut dipandang sejalan dengan agenda kelompok ekstremis yang ingin memperluas kontrol atas kawasan suci dan membentuk ulang identitas kota, yang pada akhirnya berpotensi mengancam warisan Islam dan Kristen di wilayah tersebut.

Maariv secara tegas mengaitkan situasi ini dengan kebijakan Netanyahu.

Netanyahu Dianggap Gagal

Tiga mantan pejabat senior Israel sebelumnya mengkritik tajam pemerintah Netanyahu Selasa (21/4/2026)

Tiga mantan penjabat senior itu menyebut Netanyahu telah “membajak” Israel dan telah gagal dalam perang melawan Iran.

“Pada malam peringatan 78th kemerdekaan Israel (menurut kalender Ibrani), kita dipaksa untuk mengatakan dengan kepahitan: Israel telah dibajak oleh rezim yang memandang sumber daya negara sebagai milik pribadinya sendiri,” ujar mantan kepala staf tentara Dan Halutz dan Moshe Yaalon, mengutip Anadolu Agency.

Mereka menggambarkan pemerintahan Netanyahu benar-benar terlepas dari kenyataan warganya, bertindak seolah-olah negara itu adalah milik pribadi Netanyahu, istrinya (Sara), dan Miri Regev (menteri transportasi).

“Kami meminta masyarakat untuk mengambil kembali kendali negara," lanjutnya.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved