Sabtu, 25 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Menlu Iran Datang ke Islamabad, Tapi Enggan Duduk Satu Meja dengan AS

Menlu Iran tiba di Islamabad, tapi tolak bertemu AS. Negosiasi masih buntu, Ketegangan di Selat Hormuz picu kekhawatiran ekonomi global.

Ringkasan Berita:
  • Menlu Iran Abbas Araghchi tiba di Islamabad namun menolak bertemu langsung dengan AS. Iran memilih jalur diplomasi tidak langsung melalui Pakistan untuk menyampaikan sikapnya.
  • Negosiasi Iran-AS masih buntu. Putaran pertama yang dipimpin JD Vance gagal capai kesepakatan. Iran menuntut penghentian blokade laut dan menolak negosiasi di bawah tekanan.
  • AS klaim ada kemajuan, namun Iran membantah. Ketegangan berdampak global, mengganggu distribusi energi dan memicu kekhawatiran pasar dunia.

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, tiba di Islamabad, Pakistan PADA Jumat (24/4/2026)

Kunjungan ini sempat memicu spekulasi terkait kemungkinan perundingan langsung dengan delegasi Amerika Serikat (AS). Namun, Teheran dengan tegas membantah adanya agenda tersebut.

Mengutip dari  Deutsche Welle,Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa tidak ada rencana pertemuan langsung antara Iran dan AS selama kunjungan berlangsung.

Ia menyebut bahwa Araghchi hanya akan melakukan pembicaraan dengan pejabat tinggi Pakistan dalam rangka memperkuat jalur diplomasi tidak langsung.

Menurut Baghaei, pertemuan ini merupakan bagian dari upaya mediasi yang sedang dilakukan Pakistan guna meredakan konflik yang disebut Iran sebagai “perang agresi yang dipaksakan Amerika”.

Ia juga menekankan bahwa Iran akan menyampaikan pandangan dan posisinya kepada pihak Pakistan sebagai mediator, bukan kepada AS secara langsung.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Pakistan, Mohammad Ishaq Dar, mengkonfirmasi kedatangan delegasi Iran dan menyatakan bahwa pembicaraan bilateral akan difokuskan pada upaya menciptakan perdamaian serta stabilitas kawasan. 

Pakistan sendiri saat ini memainkan peran penting sebagai penengah dalam konflik yang semakin memanas.

Status Negosiasi Masih Tidak Jelas

Di sisi lain, situasi perundingan antara Iran dan AS masih diliputi ketidakpastian. Kedua negara menunjukkan sikap yang saling bertentangan terkait peluang tercapainya kesepakatan damai.

Putaran pertama negosiasi yang digelar di Islamabad, Pakistan, dua pekan lalu pun belum membuahkan hasil.

Pertemuan yang dipimpin oleh Wakil Presiden AS, JD Vance, berlangsung selama 21 jam, namun berakhir tanpa kesepakatan konkret. Kebuntuan tersebut memperlihatkan masih lebarnya perbedaan kepentingan antara kedua pihak.

Baca juga: Blunder Amerika Serikat soal Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, FIFA Seakan Tak Berarti

Memasuki potensi putaran kedua yang digelar Jumat kemarin, Iran menegaskan bahwa proses diplomasi tidak bisa berjalan begitu saja tanpa adanya komitmen dari pihak lawan.

Teheran menyatakan bahwa negosiasi hanya dapat dilakukan jika syarat-syarat yang mereka ajukan dipenuhi dan dihormati sepenuhnya oleh Amerika Serikat.

Salah satu tuntutan utama Iran adalah penghentian blokade laut yang dilakukan oleh AS. Pemerintah Iran menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah diumumkan.

Karena itu, Iran menegaskan tidak akan melanjutkan perundingan selama tekanan militer, termasuk blokade angkatan laut, masih diberlakukan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved