Iran Vs Amerika Memanas
Aksi Heroik Perawat Iran Pertaruhkan Nyawa Selamatkan 3 Bayi Saat AS Membom Rumah Sakit
Jumlah tersebut termasuk 26 anggota staf medis, sementara 118 di antaranya terluka selama perang.
Ringkasan Berita:
- Di Teheran, Rumah Sakit Khatam-al-Anbiya dibom militer Amerika Serikat hingga memicu ketakutan.
- Seorang perawat bernama Neda Salimi nekat menyelamatkan tiga bayi baru lahir saat bangunan runtuh.
- Aksi heroiknya terekam CCTV dan viral, menunjukkan ia menembus asap dan puing demi membawa bayi yang baru lahir kurang dari satu jam ke tempat aman sebelum diserahkan kembali kepada ibu mereka.
TRIBUNNEWS.COM, IRAN - Rumah Sakit Khatam-al-Anbiya di Teheran, Ibu Kota Iran, termasuk diantara target yang dibom militer AS beberapa waktu lalu.
Saat rumah sakit itu diserang terjadi kepanikan luar biasa.
Dari video CCTV yang diposting Al Jazeera, orang-orang berlari mencari perlindungan agar selamat dari hantaman bom dan bangunan yang akan runtuh.
Namun seorang perawat di bangsal menunjukkan keberaniannya.
Dia menyelamatkan tiga bayi baru lahir ketika bangunan akan runtuh.
Videonya viral di media sosial dan mendapatkan simpati dari publik global.
Menurut kantor berita Iran Wana, bayi-bayi yang baru lahir tersebut belum genap satu jam sejak lahir ketika ledakan terjadi, dan ibu mereka masih berada di unit perawatan intensif.
Neda Salimi, seorang perawat di bangsal tersebut, sedang sibuk memeriksa tanda-tanda vital anak-anak ketika serangan terjadi pada tanggal 1 Maret 2026 lalu, hari ketiga AS menyerang Iran.
Orang-orang mulai berteriak dan dinding serta atap sudah mulai runtuh, seperti yang terlihat dalam video.
Debu tebal juga memenuhi udara.
Namun alih-alih mencari perlindungan untuk dirinya sendiri terlebih dahulu, perawat bernama Neda itu bergegas ke tempat tidur bayi dan menarik keluar anak-anak bayi itu satu per satu.
Ia mampu melewati lorong-lorong yang dipenuhi asap dan puing-puing, sambil mendekap tiga bayi yang baru lahir ke dadanya, demikian dilaporkan media Iran.
Bayi-bayi tersebut kemudian diserahkan kepada ibu mereka.
Amerika Serikat pertama kali mulai menyerang Iran pada 28 Februari lalu.
AS menuduh Iran berupaya memproduksi senjata pemusnah massal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Anbiya-di-Teheran-pad-yar.jpg)