Rabu, 29 April 2026

Amita Holdings Dorong Dekarbonisasi Lewat Daur Ulang di Indonesia dan India

Di Indonesia, proyek difokuskan di Provinsi Banten melalui kerja sama antarkota antara Kitakyushu dan pemerintah daerah setempat

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/IST
ILUSTRASI - Industri dalam negeri diajak bersama-sama menyusun baseline dan strategi untuk dekarbonisasi sesuai dengan kebutuhan proses bisnis dan kesesuaian dengan teknologi yang terus dikembangkan. Foto Bungasari 

Ringkasan Berita:
  • Amita Holdings bersama Pemerintah Kitakyushu menjalankan proyek dekarbonisasi berbasis daur ulang di Indonesia dan India 
  • Di Banten, limbah dimanfaatkan untuk industri semen dan ekonomi sirkular, sementara India fokus pada eco-town 
  • Proyek ini ditargetkan masuk tahap komersialisasi penuh mulai 2027

 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Perusahaan Jepang, Amita Holdings Co., Ltd. (Amita HD), bersama Pemerintah Kota Kitakyushu dan sejumlah mitra internasional, terpilih dalam proyek Kementerian Lingkungan Hidup Jepang untuk mendorong terwujudnya masyarakat dekarbonisasi melalui pengembangan bisnis berbasis daur ulang di negara berkembang.

Dalam proyek bertajuk “Bisnis Outsourcing FY8 untuk Realisasi Masyarakat Dekarbonisasi”, Amita HD akan menjalankan inisiatif di Indonesia dan India dengan fokus pada pengelolaan limbah sebagai sumber daya serta penguatan industri ramah lingkungan.

Di Indonesia, proyek difokuskan di Provinsi Banten melalui kerja sama antarkota antara Kitakyushu dan pemerintah daerah setempat.

"Program ini bertujuan mendorong dekarbonisasi industri semen dengan memanfaatkan limbah sebagai bahan baku dan bahan bakar alternatif, sekaligus membangun model ekonomi sirkular yang berkelanjutan," ujar sumber Tribunnews.com, Selasa (28/4/2026).

Sebagai bagian dari pengembangan, Amita HD menargetkan pembangunan fasilitas produksi sumber daya daur ulang pada tahun fiskal 2027.

Baca juga: Hate Speech di Jepang Kian Meluas, Pakar Ingatkan Risiko Kekerasan Nyata

Sebelum itu, perusahaan akan melakukan sejumlah tahapan, mulai dari penelitian jenis limbah yang dapat dimanfaatkan, pembangunan sistem pasokan bahan baku alternatif berkualitas tinggi, hingga pengembangan sistem operasional.

Proyek di Indonesia kini memasuki fase baru.

Setelah menyelesaikan “Fase 1” pada periode 2023–2025 yang berfokus pada pembuktian kelayakan bisnis, proyek berlanjut ke “Fase 2” yang menargetkan komersialisasi penuh.

Pada tahap ini, Amita HD juga akan mendukung pengembangan sistem penelusuran limbah bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia.

Sementara itu di India, proyek akan dijalankan di wilayah Telangana dengan menggandeng Ramkey Group, salah satu perusahaan pengelolaan limbah terbesar di negara tersebut.

Fokus utamanya adalah studi kelayakan pembangunan eco-town atau kota ramah lingkungan berbasis daur ulang dan energi terbarukan.

India dinilai sebagai pasar strategis seiring pertumbuhan ekonominya yang pesat, namun juga menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan limbah.

Volume sampah di negara tersebut diperkirakan meningkat hingga 1,5 kali lipat pada 2030, sehingga kebutuhan akan infrastruktur lingkungan menjadi semakin mendesak.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved