Penjual Kartu Pokemon di Chile Tewas Dibunuh, Pelaku Incar Koleksi Korban
Tingginya nilai Kartu Pokemon membawa sisi gelap yang mengerikan, seperti yang menimpa seorang wanita di Chile yang dibunuh karena koleksi mahalnya
Ringkasan Berita:
- Dominique Camila Olortigue Quispe (20), seorang penjual kartu Pokémon di Chile, tewas akibat jebakan acara eksklusif (private event) yang dibuat oleh pelaku.
- Pembunuhan ini didasari motif perampokan koleksi kartu langka milik korban yang nilainya bisa mencapai jutaan hingga miliaran rupiah.
- Pelaku utama, Bastián Carvajal Donoso, berpura-pura menjadi pedagang senior yang tepercaya untuk menggiring korban ke sebuah apartemen tempat di mana korban diduga dibunuh dan dirampok
TRIBUNNEWS.COM - Kasus menghilangnya sosok Dominique Camila Olortigue Quispe yang dikenal sebagai penjual kartu Pokémon di Chile, berakhir dengan kabar yang sangat menyedihkan.
Dominique yang hilang sejak 13 Maret 2026 lalu, kini dipastikan telah menjadi korban pembunuhan berencana oleh pelaku yang mengincar koleksi kartu miliknya yang berharga mahal.
Tren mengoleksi kartu Pokémon sendiri kini bukanlah sekadar hobi masa kecil, melainkan investasi bernilai fantastis.
Di awal tahun 2026 ini saja, dunia sempat dihebohkan dengan terjualnya kartu langka Pikachu Illustrator seharga lebih dari Rp270 miliar dalam sebuah lelang yang dilakukan oleh Influencer asal Amerika Serikat, Logan Paul.
Di Indonesia sendiri, beberapa kartu langka kini mulai diburu kolektor dengan nilai mencapai Rp1,5 miliar per lembar.
Namun, tingginya nilai ekonomi ini ternyata membawa sisi gelap yang mengerikan, seperti yang menimpa seorang gadis muda di Chile.
Kronologi Kejadian
Pada awalnya, wanita berusia 20 tahun tersebut dinyatakan hilang sejak 13 Maret 2026, setelah ia terpancing oleh undangan seseorang untuk mengikuti sebuah acara tukar-menukar kartu koleksi yang disebut sebagai "private event".
Berdasarkan penyelidikan Kepolisian Chile (PDI), pelaku menggunakan modus yang sangat rapi.
Dominique dihubungi untuk datang ke sebuah pertemuan khusus yang katanya hanya boleh dihadiri oleh "orang dalam" atau rekan dekat pemilik toko online.
Karena percaya bahwa ini adalah kesempatan bisnis besar, Dominique sempat menolak ditemani oleh siapa pun.
Namun ternyata, undangan tersebut adalah jebakan maut yang disiapkan oleh Bastián Carvajal Donoso, seorang pria yang juga aktif di komunitas jual-beli kartu Pokémon.
Baca juga: Gara-gara Ribut soal Kartu Pokemon, Pria di AS Jadi Korban Penembakan
Bastián bahkan mencitrakan dirinya sebagai pedagang senior yang sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun dan memiliki reputasi "tak tercela" demi memancing rasa percaya korban.
Kecurigaan Keluarga Korban
Melansir dari Canal 13 Chile, Keluarga Dominique mulai merasakan keanehan sehari setelah ia menghilang.
Ibunya, Vilma Quispe, menerima pesan WhatsApp dari nomor Dominique yang mengaku sedang pergi mendadak ke Peru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kepolisian-Chile-menggiring-pelaku-pembunuhan-penjual-kartu-Pokemon.jpg)