Iran Vs Amerika Memanas
Setelah BoP, AS Kembali Membuat Koalisi Baru untuk Bebaskan Selat Hormuz dari Iran
Amerika Serikat (AS) kembali membentuk koalisi baru setelah BoP. Koalisi ini bertujuan untuk membebaskan Selat Hormuz.
Ringkasan Berita:
- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali membentuk koalisi baru setelah sebelumnya mendirikan Board of Peace (BoP).
- Koalisi yang diberi nama Maritime Freedom Construct (MFC) bertujuan untuk membebaskan Selat Hormuz yang masih diblokade oleh Iran.
- Trump meminta bantuan internasional lewat koalisi tersebut, untuk mengatasi kebuntuan jalur perdagangan di Selat Hormuz.
TRIBUNNEWS.COM - Setelah membentuk Board of Peace (BoP), Amerika Serikat (AS) kembali membuat koalisi baru demi cegah krisis energi global.
Koalisi yang diberi nama Maritime Freedom Construct (MFC) ini memiliki tujuan untuk membebaskan Selat Hormuz yang berada di cengkeraman Iran.
Presiden AS, Donald Trump meminta bantuan internasional lewat koalisi tersebut, untuk mengatasi kebuntuan jalur perdagangan di Selat Hormuz.
Reuters melaporkan, berdasarkan dokumen internal Departemen Luar Negeri AS yang bocor, inisiatif ini merupakan proyek kolaborasi antara Departemen Luar Negeri dan Pentagon.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dikabarkan telah memberi lampu hijau pada 28 April 2026 lalu untuk memulai pembentukan arsitektur keamanan maritim tersebut.
Langkah ini diambil setelah lalu lintas kapal di Selat Hormuz — jalur yang dilewati 20 persen pasokan minyak dan gas global — mengalami hambatan serius akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
MFC diharapkan mampu menjamin keamanan infrastruktur laut dan mengembalikan hak navigasi kapal-kapal komersial.
"MFC adalah langkah awal yang sangat penting untuk membangun sistem keamanan laut di Timur Tengah pascakonflik. Ini krusial bagi ketahanan energi jangka panjang," tulis dokumen tersebut.
Dalam skemanya, koalisi ini akan bekerja dalam dua lini.
Pertama, lewat jalur diplomasi yang dipimpin Departemen Luar Negeri AS sebagai penghubung antara negara mitra dan industri pelayaran dunia.
Kedua lewat jalur operasional yang dipimpin oleh Pentagon melalui Komando Pusat AS (CENTCOM) di Florida untuk mengatur lalu lintas kapal secara langsung di lapangan.
Baca juga: Pemimpin Yahudi Iran Puji Kepemimpinan Revolusi Mojtaba Khamenei, Tegaskan Loyalitas
Menariknya, AS secara tegas mengecualikan sejumlah negara dalam undangan koalisi ini.
Instruksi lisan yang dikirim ke berbagai kedutaan besar AS menekankan bahwa tawaran kerja sama tidak boleh disampaikan kepada Rusia, China, Belarusia, dan Kuba, yang dikategorikan sebagai rival politik Washington.
Negara-negara mitra yang bergabung tidak melulu harus mengirimkan kapal perang.
AS membuka ruang bagi dukungan dalam bentuk lain, seperti pertukaran informasi intelijen, penegakan sanksi, maupun dukungan diplomatik.