Jumat, 1 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Mojtaba Khamenei Menanti Masa Depan Tanpa Campur Tangan AS di Selat Hormuz

Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei menanti masa depan tanpa AS di Selat Hormuz, menegaskan Iran dapat menjaga jalur air tersebut sebagai pengelola baru.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Nuryanti
Tangkapan Layar PressTV
PEMIMPIN IRAN - Potret Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei yang diunggah situs berita resmi milik pemerintah Iran, PressTV. Pada 30 April 2026, Mojtaba Khamenei menanti masa depan tanpa AS di Selat Hormuz, menegaskan Iran dapat menjaga jalur air tersebut sebagai pengelola baru. 

Gencatan senjata yang diumumkan pada 8 April sejauh ini masih berlaku, sementara upaya diplomatik terus dilakukan untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas, termasuk diskusi tentang akses maritim dan keamanan di Selat Hormuz.

Perang AS-Israel Vs Iran

Pernyataan Mojtaba Khamenei muncul di tengah meningkatnya ketegangan menyusul agresi AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari dengan menyerang wilayah Iran.

Dalam serangan tersebut, pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas, lalu digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei, melalui persetujuan Majelis Ahli Ulama Iran.

Agresi AS-Israel terjadi dua hari setelah perundingan nuklir antara AS dan Iran di Jenewa yang belum menghasilkan kesepakatan.

Selama ini, AS dan Israel menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir, sementara Iran bersikeras bahwa programnya hanya untuk kepentingan energi sipil.

Menanggapi agresi tersebut, Iran melancarkan serangan balasan ke Israel serta pangkalan militer AS di sejumlah negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Iran juga menghentikan perundingan nuklir dengan AS dan memblokade Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia, yang memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran krisis energi global.

Pada hari ke-40 konflik, AS dan Iran menyepakati gencatan senjata sementara selama dua pekan mulai 8 April, yang kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump.

Perundingan berikutnya pada 11 April di Islamabad, Pakistan, tidak membuahkan kesepakatan karena masih ada isu krusial yang belum terselesaikan.

Hingga kini, konflik tersebut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.900 orang menurut Al Jazeera.

Setelah kegagalan perundingan pada 11 April, AS melakukan blokade terhadap jalur pelayaran Iran di Selat Hormuz.

Rencana pertemuan lanjutan pada 22 April di Islamabad batal setelah Iran menolak hadir.

Pada 25 April, AS berencana mengirim delegasi ke Islamabad untuk membuka peluang negosiasi, namun Iran menolak pembicaraan langsung dengan AS, yang membuat AS membatalkan kunjungan delegasinya.

Hari Minggu lalu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu dengan pihak mediator di Pakistan untuk menyampaikan proposal baru Iran.

Iran mempertahankan tuntutannya, di antaranya penghentian serangan AS-Israel, pencabutan blokade kapal, serta penghapusan sanksi. Sementara itu, AS bersikeras pada proposalnya untuk penghentian program nuklir Iran, pembukaan kembali Selat Hormuz, pengurangan pengaruh militer Iran di kawasan, serta jaminan keamanan bagi sekutu-sekutunya.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved