Jumat, 1 Mei 2026

Trump Dukung PM Terpilih Irak Ali al-Zaidi, Langsung Dapat Undangan ke AS

Trump berharap Ali al-Zaidi segera melangsungkan kunjungan ke AS setelah ia merampungkan susunan pemerintahan barunya.

Tayang:
Penulis: Bobby W
Editor: Suci BangunDS
Akun resmi PM Irak Ali Al-Zaidy di x @AliFalihAlzaidy
ALI AL ZAIDI - Sosok Ali al-Zaidi Perdana Menteri (PM) terpilih Irak yang baru saja dipilih pada hari Senin lalu (27/4/2026). Presiden DonaldTrump berharap Ali al-Zaidi segera melangsungkan kunjungan ke AS setelah ia merampungkan susunan pemerintahan barunya. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Irak Nizar Amidi resmi menunjuk pengusaha dan bankir Ali al-Zaidi sebagai Perdana Menteri terpilih pada 27 April 2026. 
  • Penunjukan ini merupakan hasil kompromi alot di internal koalisi Al-Ithar al-Tansiqi setelah pencalonan tokoh pro-Iran, Nouri al-Maliki, ditentang keras oleh Amerika Serikat.
  • Presiden AS Donald Trump menyambut antusias terpilihnya al-Zaidi dengan memberikan ucapan selamat melalui media sosial Truth Social serta mengundangnya secara resmi ke Washington.

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mendukung penuh terpilihnya sosok Ali al-Zaidi sebagai Perdana Menteri (PM) terpilih Irak yang baru saja dipilih pada hari Senin lalu (27/4/2026)

Ali al-Zaidi sendiri resmi ditunjuk oleh Presiden Irak, Nizar Amidi, sebagai PM terpilih melalui jalur konsensus politik yang alot.

Terpilihnya Ali al-Zaidi sendiri merupakan kesepakatan antara anggota Koalisi partai Syiah terbesar di parlemen Irak, yakni al-Ithar al-Tansiqi atau Coordination Framework, sebagai kompromi untuk mengakhiri kebuntuan politik di negara tersebut.

Kebuntuan ini terjadi karena ketidaksepakatan antara faksi-faksi utama di dalam Coordination Framework yang bersikeras mencalonkan Nouri al-Maliki.

Melansir dari NBC News, anggota dari faksi lain di Irak menentang penunjukan Nouri al-Maliki karena risiko tinggi konfrontasi langsung dengan AS.

Hal ini terjadi mengingat Nouri al-Maliki dikenal sebagai politisi Irak yang sangat pro-Iran.

Karena kebuntuan yang berlangsung selama berminggu-minggu, nama Ali al-Zaidi akhirnya muncul sebagai kandidat kompromi.

Sebagai seorang bankir dan pengusaha yang tidak memiliki rekam jejak politik partisan, ia dianggap sebagai sosok "netral" yang bisa diterima oleh Coordination Framework tanpa memicu kemarahan Amerika Serikat.

Trump Undang Ali al-Zaidi ke AS

Penunjukan Ali al-Zaidi sebagai PM Irak ini pun disambut antusias oleh Donald Trump.

Melalui sambungan telepon pada Kamis waktu setempat (30/4/2026), Trump bahkan langsung memberikan undangan resmi kepada al-Zaidi untuk bertandang ke Washington sesegera mungkin.

Baca juga: Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi Setelah Trump Pertimbangkan Aksi Militer Baru ke Iran

Trump berharap, Ali al-Zaidi segera melangsungkan kunjungan ke AS setelah ia merampungkan susunan pemerintahan barunya.

Langkah ini dianggap sebagai perubahan besar dalam arah kebijakan luar negeri AS terhadap Baghdad.

Melalui platform media sosial Truth Social, Trump juga memberikan ucapan selamat kepada sosok yang dikenal sebagai pengusaha sukses di Irak tersebut.

Trump juga mendoakan al-Zaidi agar terus meraih kesuksesan saat ia bekerja untuk membentuk pemerintahan baru yang bebas dari terorisme yang dapat memberikan masa depan yang lebih cerah bagi Irak.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved