Rabu, 6 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Hentikan Sementara 'Project Freedom' AS di Selat Hormuz

Presiden AS Donald Trump mengumumkan menghentikan sementara Project Freedom yang dilakukan AS untuk membantu kapal yang terjebak di Selat Hormuz.

Tayang:
Facebook The White House
PRESIDEN AS TRUMP - Foto diambil dari Facebook The White House, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan Gedung Putih pada Jumat (1/5/2026). Pada 5 Mei 2026, Trump mengumumkan AS menghentikan sementara Project Freedom yang dilakukan AS untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz yang diblokade Iran. 

Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran bermula dari eskalasi ketegangan yang meledak pada 28 Februari, ketika AS bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Iran.

Dalam serangan tersebut, pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dan kemudian digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei, setelah mendapat persetujuan Majelis Ahli.

Serangan itu terjadi hanya dua hari setelah perundingan nuklir AS–Iran di Jenewa berakhir tanpa kesepakatan. Sejak lama, Washington dan Tel Aviv menuduh Teheran tengah mengembangkan senjata nuklir, sementara Iran bersikeras bahwa program nuklirnya murni untuk tujuan damai.

Ketegangan tersebut dengan cepat berubah menjadi konflik terbuka. Iran merespons dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di berbagai negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Di saat yang sama, Teheran juga menghentikan proses perundingan nuklir dan memberlakukan blokade di Selat Hormuz—jalur vital perdagangan energi global—yang memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran akan krisis energi dunia.

Memasuki hari ke-40 konflik, Amerika Serikat dan Iran akhirnya menyepakati gencatan senjata sementara selama dua pekan yang mulai berlaku pada 8 April.

Gencatan senjata itu kemudian diperpanjang oleh Trump tanpa batas waktu yang jelas. Sejak 13 April, Amerika Serikat juga disebut telah menerapkan blokade laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di wilayah tersebut.

Pada 25 April, rencana AS untuk mengirim delegasi ke Islamabad guna membuka kembali negosiasi dibatalkan setelah Iran menolak dialog langsung.

Di tengah kebuntuan diplomasi, Iran terus menjalin komunikasi dengan Pakistan sebagai mediator untuk menyampaikan posisi dan tuntutannya sebagai syarat penghentian perang.

Pada 1 Mei, Teheran bahkan mengajukan proposal baru kepada Washington melalui perantara tersebut. Namun, prospek kelanjutan perundingan kembali terhambat setelah AS meluncurkan “Proyek Kebebasan” di Selat Hormuz, yang kembali memanaskan situasi di kawasan strategis itu.

Di tengah upaya perundingan, Trump mengumumkan pada hari Selasa bahwa Proyek Kebebasan dihentikan untuk sementara hingga Iran dan AS menyelesaikan perundingan.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved