Rabu, 6 Mei 2026

Turki Pamer Rudal Hipersonik Pertama 'Yildirimhan', Jangkauan Mencapai 6.000 Km

Turki meluncurkan rudal hipersonik pertama 'Yildirimhan' dengan jangkauan mencapai 6.000 Km. Persenjataan itu dipamerkan di pameran SAHA 2026.

Tayang:
Tangkapan layar Turkiye Gazetesi
RUDAL HIPERSONIK YILDIRIMHAN - Tangkapan layar TurkiyeGazetesi, Rabu (6/5/2026). Dengan jangkauan 6000 kilometer, rudal balistik antarbenua Turki, Yıldırımhan, dipamerkan di SAHA pada Selasa (5/5/2026). 

Kepala Otoritas Industri Pertahanan Kepresidenan, Haluk Gürgün, menegaskan target negaranya untuk masuk dalam 10 besar eksportir pertahanan dunia.

Sementara itu, Haluk Bayraktar menyebutkan target ekspor pertahanan sebesar 13 miliar dolar AS pada 2026, meningkat signifikan dari 7,1 miliar dolar AS pada 2024.

Pameran SAHA 2026 sendiri diikuti lebih dari 120 negara dan 1.700 perusahaan, dengan target penandatanganan kontrak ekspor senilai lebih dari 8 miliar dolar AS.

Dalam satu dekade terakhir, Turki memang mengalami lonjakan signifikan di sektor pertahanan, termasuk melalui pengembangan drone Bayraktar TB2, pesawat tempur generasi kelima “Kaan”, kapal serbu amfibi TCG Anadolu, serta sistem pertahanan berbasis kecerdasan buatan.

Dengan hadirnya Yıldırımhan, Turki dinilai memasuki babak baru dalam kekuatan militernya. 

Laporan tersebut menegaskan, "Bagi Turki, sekarang pasti akan ada perbedaan antara Yıldırımhan dan apa yang akan datang setelah Yıldırımhan," seraya menambahkan bahwa rudal ini akan menjadi fondasi bagi pengembangan sistem senjata generasi berikutnya.

Perusahaan Turki Perkenalkan Drone Kamikaze Jarak Jauh

Perusahaan pertahanan Turki STM memperkenalkan drone kamikaze jarak jauh bernama KUZGUN di ajang SAHA 2026.

Drone ini dirancang untuk serangan strategis dengan jangkauan lebih dari 1.000 km, daya tahan terbang hingga 6 jam, serta dilengkapi hulu ledak berdaya ledak tinggi.

KUZGUN mampu terbang otomatis, tahan gangguan sinyal, dan tetap akurat meski di wilayah sulit.

Sistem ini juga fleksibel karena bisa diluncurkan tanpa landasan pacu, cukup dari peluncur darat atau roket.

Menurut STM, drone ini ditujukan untuk menghancurkan target penting seperti pusat komando, radar, dan sistem pertahanan udara, sekaligus meningkatkan kemampuan militer Turki secara signifikan, seperti diberitakan Anadolu Agency.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved