Kamis, 7 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Serangan Iran Hancurkan 228 Aset dan Alutsista AS, Radar Patriot-THAAD & Pesawat E-3 Sentry Remuk

Skala kehancuran yang dihasilkan dari respons balasan Iran jauh melebihi apa yang sebelumnya diumumkan oleh pemerintah Amerika

Tayang:
HO/IST
HANCUR - Gambar ini menunjukkan kerusakan total pesawat E-3G “Sentry” Airborne Early Warning and Control (AEW&C) bernomor seri 81-0005, yang dihantam serangan rudal balistik dan drone Iran. (X:OSINT Defender) 

Kerusakan terutama terkonsentrasi di markas besar Armada Kelima di Bahrain dan di tiga pangkalan Kuwait.

Para ahli berpendapat kalau pangkalan-pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait mengalami kerusakan yang lebih besar dari serangan balasan Iran ini.

Sebagai catatan, Bahrain dan Kuwait memang mengizinkan militer AS untuk melancarkan serangan dari wilayah mereka, sementara negara-negara Teluk lainnya menolak untuk melakukan hal yang sama.

Para analis mengamati, pasukan Iran menunjukkan ketahanan yang lebih besar daripada yang diperkirakan oleh Amerika Serikat.

Analis juga menyebut kalau  Washington meremehkan kedalaman kemampuan intelijen Iran untuk menargetkan infrastruktur tetap AS.

RUDAL PATRIOT - Sebuah foto baterai rudal Patriot yang menembakkan pencegat dalam uji coba Angkatan Darat Amerika Serikat (AS). Sistem pertahanan rudal Patriot adalah pencegat berbasis darat yang mampu menghilangkan ancaman udara. Meningkatnya ketegangan dengan Iran membuat AS memindahkan rudal-rudal ini dari kawasan Pasifik, diduga dari Semenanjung Korea, ke Timur Tengah.
RUDAL PATRIOT - Sebuah foto baterai rudal Patriot yang menembakkan pencegat dalam uji coba Angkatan Darat Amerika Serikat (AS). Sistem pertahanan rudal Patriot adalah pencegat berbasis darat yang mampu menghilangkan ancaman udara. Meningkatnya ketegangan dengan Iran membuat AS memindahkan rudal-rudal ini dari kawasan Pasifik, diduga dari Semenanjung Korea, ke Timur Tengah. (Foto Angkatan Darat AS)

Rudal Pertahanan Udara AS-Israel Menyusut

Lebih lanjut, persediaan pertahanan udara AS dan Israel berkurang secara signifikan, di mana  militer AS menggunakan sekitar 53 persen rudal THAAD dan 43% rudal Patriot selama konflik tersebut.

Akibatnya, para perencana militer AS sedang mempertimbangkan pilihan-pilihan sulit:

  • Menarik pasukan ke lokasi yang lebih aman sambil mengurangi kemampuan tempur mereka

atau

  • Mempertahankan pangkalan-pangkalan tersebut seperti semula dan menerima korban jiwa lebih lanjut. 

"Markas besar Armada Kelima telah pindah ke Pangkalan Angkatan Udara MacDill di Florida, dan kecil kemungkinan pasukan akan kembali ke beberapa pangkalan regional dalam jumlah besar dalam waktu dekat," kata laporan tersebut.

 

 

 

(oln/wp/khbrn/*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved