Rabu, 13 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Umumkan Gencatan Senjata 8-10 Mei, Ukraina akan Merespons Seperti Cermin

Rusia mengumumkan gencatan senjata pada Hari Kemenangan berlaku pada 8-10 Mei 2026. Zelenskyy sebut diplomat yang hadiri acara itu adalah orang aneh.

Tayang:
Telegram/Kedutaan Rusia
HARI KEMENANGAN RUSIA - Barisan tentara Rusia selama perayaan Hari Kemenangan ke-78 di Lapangan Merah, Moskow, pada Selasa (9/5/2023). Rusia memamerkan 10.000 tentara selama parade militer, jumlah yang lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya. Pada 7 Mei 2026, Rusia mengumumkan gencatan senjata pada Hari Kemenangan berlaku pada 8-10 Mei 2026. Zelenskyy sebut diplomat yang hadiri acara itu adalah orang aneh. 

Ringkasan Berita:
  • Rusia mengumumkan gencatan senjata pada 8–10 Mei bertepatan dengan peringatan Hari Kemenangan, dengan klaim akan menghentikan seluruh serangan terhadap Ukraina.
  • Namun, Moskow memperingatkan akan memberikan “tanggapan setimpal” bahkan meluncurkan serangan rudal besar ke Kyiv jika parade 9 Mei diganggu.
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh Rusia tetap melanjutkan operasi militer dan menyatakan Ukraina akan merespons “seperti cermin”.

TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.535 pada Jumat (8/5/2026).

Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan pemberlakuan “gencatan senjata” mulai pukul 00.00 pada 8 Mei hingga 10 Mei mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Kemenangan pada 9 Mei 2026 di Rusia.

Dalam pernyataan resminya, Moskow mengklaim seluruh kelompok militer Rusia yang terlibat dalam operasi di Ukraina akan “sepenuhnya menghentikan permusuhan” selama periode tersebut dan meminta Ukraina melakukan langkah serupa.

Rusia menyebut pasukan rudal dan artileri mereka akan menghentikan serangan di garis depan.

Selain itu, Moskow juga mengklaim tidak akan meluncurkan serangan menggunakan rudal jarak jauh presisi tinggi berbasis laut maupun udara, termasuk drone tempur, terhadap posisi militer Ukraina dan infrastruktur industri pertahanannya.

“Kami menyerukan kepada pihak Ukraina untuk mengikuti contoh ini. Jika Angkatan Bersenjata Ukraina melanggar gencatan senjata di zona SVO, serta berupaya menyerang permukiman dan fasilitas di wilayah Rusia, Angkatan Bersenjata Federasi Rusia akan memberikan tanggapan yang setimpal,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia, Jumat (8/5/2026).

Namun, Rusia juga memperingatkan bahwa jika Angkatan Bersenjata Ukraina melanggar gencatan senjata atau mencoba menyerang wilayah Rusia, maka militer Rusia akan memberikan “tanggapan yang setimpal”.

Tak hanya itu, Moskow turut melontarkan ancaman keras menjelang parade Hari Kemenangan pada 9 Mei. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan akan melancarkan serangan rudal besar-besaran ke pusat Kyiv apabila Ukraina mencoba “mengganggu” perayaan tersebut.

“Sekali lagi, kami memperingatkan penduduk sipil Kyiv dan staf misi diplomatik asing agar meninggalkan kota Kyiv tepat waktu,” tambah pernyataan itu, seperti diberitakan Sputnik.

Sebelumnya, ajudan Presiden Rusia Vladimir Putin, Yuri Ushakov, mengatakan Kremlin sebenarnya tidak mengirim undangan resmi kepada para pemimpin asing untuk menghadiri parade tersebut.

Baca juga: Rusia Wanti-wanti Serangan ke Kyiv, Minta Staf Negara Asing Tinggalkan Ukraina

Menurutnya, beberapa tokoh internasional justru “secara sukarela menyatakan keinginan” untuk datang ke ibu kota Rusia selama perayaan Hari Kemenangan.

Ketegangan ini muncul setelah Putin, dalam percakapannya dengan Presiden AS Donald Trump pada akhir April, menyampaikan kesiapan Rusia memberlakukan “gencatan senjata” sementara dengan Ukraina selama peringatan Hari Kemenangan. Trump disebut mendukung usulan tersebut.

Pada 4 Mei, Kementerian Pertahanan Rusia secara resmi mengumumkan gencatan senjata pada 8–9 Mei. Di hari yang sama, Zelenskyy menyatakan Ukraina juga siap menerapkan “rezim tenang” mulai malam 5–6 Mei, namun menegaskan pasukan Ukraina akan bertindak “seperti cermin” apabila Rusia melanggar kesepakatan tersebut.

Namun, Zelenskyy kemudian menuduh Moskow tetap melanjutkan aktivitas militernya. “Karena Rusia mengganggu gencatan senjata yang kami usulkan, Ukraina akan menentukan langkah selanjutnya,” ujarnya. Pada 6 Mei, ia kembali menegaskan bahwa Rusia belum menghentikan operasi militernya dan Ukraina akan merespons dengan cara yang setara.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, memperingatkan para diplomat asing agar meninggalkan Kyiv menjelang kemungkinan “serangan balasan” Rusia terhadap pusat-pusat pengambilan keputusan Ukraina jika Moskow diserang selama masa gencatan senjata berlangsung, seperti diberitakan Suspilne.

Zelenskyy Sebut Negara yang Hadiri Parade Rusia di Moskow “Aneh”

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved