Rabu, 13 Mei 2026

Wabah Hantavirus

Hantavirus Menyebar, Ini Daftar Negara ASEAN yang Laporkan Dugaan Infeksi, Indonesia Ikut Tercatat

Geger hantavirus usai wabah di kapal pesiar MV Hondius. Indonesia hingga Singapura mulai siaga, WHO ikut soroti potensi penyebaran virus.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Kasus hantavirus kembali jadi sorotan dunia setelah wabah di kapal pesiar MV Hondius menewaskan tiga penumpang.
  • Indonesia tercatat melaporkan 23 kasus hantavirus sejak 2024 hingga awal 2026 dengan tiga kematian, sementara Singapura mengisolasi dua warganya yang sempat berada di kapal pesiar meski hasil tes dinyatakan negatif.
  • Di luar ASEAN, Korea Selatan dan China menjadi negara dengan laporan hantavirus tertinggi di Asia, dengan ratusan hingga ribuan kasus HFRS.

TRIBUNNEWS.COM - Kasus hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah kemunculan wabah di kapal pesiar mewah MV Hondius beberapa waktu lalu.

Kapal yang membawa ratusan penumpang dan kru dari berbagai negara itu berlayar dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026. Namun dalam perjalanan tersebut, tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat terpapar hantavirus.

Peristiwa ini memicu kekhawatiran global, terutama setelah para penumpang dari 12 negara turun di St. Helena, wilayah Atlantik Selatan yang berada di antara benua Afrika dan Amerika Selatan.

Kekhawatiran masyarakat internasional bahkan mendapat perhatian langsung dari Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Dalam surat terbuka kepada warga Tenerife, Spanyol, pada 9 Mei 2026, Tedros mengakui kekhawatiran masyarakat terhadap potensi penyebaran wabah tersebut.

“Saya tahu Anda khawatir. Saya tahu ketika Anda mendengar kata ‘wabah’ dan menyaksikan sebuah kapal berlayar menuju pantai Anda, ingatan-ingatan yang belum sepenuhnya kita lupakan akan muncul kembali,” tulis Tedros.

Dikutip laman resmi WHO, Hantavirus adalah penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus. Virus ini menyebar lewat urine, air liur, atau kotoran tikus yang terhirup manusia.

Secara umum, hantavirus terbagi menjadi dua jenis, yakni HFRS yang menyerang ginjal dengan tingkat kematian sekitar 15 persen, serta HPS yang menyerang paru-paru dan lebih mematikan dengan angka kematian mencapai 60 hingga 80 persen.

Meski berbahaya, para ahli menilai hantavirus kecil kemungkinan berkembang menjadi pandemi global seperti Covid-19 karena penyebarannya tidak secepat influenza atau virus corona SARS.

Negara Asia Tenggara yang Sudah Mendeteksi

Setidaknya sudah ada sejumlah negara di Asia Tenggara yang mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus, baik melalui pemantauan kasus, penelitian, maupun karantina penumpang yang diduga terpapar.

Indonesia

Baca juga: Puan Khawatir Hantavirus Meluas Seperti COVID-19, Minta Pemerintah Antisipasi

Indonesia menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang telah melaporkan kasus hantavirus dalam beberapa tahun terakhir. Kementerian Kesehatan RI dalam laman resminya mencatat sebanyak 23 kasus konfirmasi virus Hanta ditemukan sepanjang periode 2024 hingga minggu ke-16 tahun 2026.

Dari total kasus tersebut, tiga pasien dilaporkan meninggal dunia. Angka itu membuat tingkat kematian atau Case Fatality Rate (CFR) hantavirus di Indonesia mencapai sekitar 13 persen.

Adapun kasus positif hantavirus tersebar di sembilan provinsi, meliputi DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Sumatera Barat, dan Banten.

Dari seluruh wilayah tersebut, DKI Jakarta dan DI Yogyakarta menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, masing-masing mencatat enam kasus positif.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved