Rabu, 13 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

UEA Habis Kesabaran, Serang Balik Iran: Bom Kilang Minyak Teheran di Pulau Lavan

Uni Emirat Arab kini menjadi salah satu pihak aktif dalam perang melawan Teheran setelah sebelumnya menahan diri

Tayang:
HO/IST/Tangkap Layar/X
KENA PUING RUDAL - Hotel Fairmont The Palm di pulau buatan ikonik Dubai, Palm Jumeirah, Uni EMirate Arab dilaporkan terkena puing-puing rudal Iran. Negara tersebut menjadi sasaran pembalasan Iran atas serangan yang dilakukan AS dan Israel ke Teheran. 

UEA Habis Kesabaran, Serang Balik Iran: Hancurkan Kilang Minyak Teheran di Pulau Lavan

TRIBUNNEWS.COM - Terus-terusan menjadi sasaran serangan Iran dengan dalih sekutu aktif Amerika Serikat (AS) di kawasan sepertinya membuat Uni Emirat Arab jengah.

Jika selama ini UEA hanya bersikap pasif dengan hanya menangkis serangan-serangan Iran, satu di antara negara kerajaan di Teluk ini tampaknya mulai melakukan serangan balasan.

"Uni Emirat Arab dilaporkan terlibat langsung dalam operasi militer terhadap Iran di tengah meningkatnya konflik kawasan Timur Tengah," ungkap sejumlah sumber kepada The Wall Street Journal, Selasa (12/5/2026).

Baca juga: Media Israel: Tel Aviv Jajaki Cara untuk Mundur dari Perang Lawan Iran, UEA Sudah Gabung Perang?

Abu Dhabi kini menjadi salah satu pihak aktif dalam perang melawan Teheran setelah sebelumnya menahan diri karena enggan konflik meluas dan menghasilkan kerusakan parah terhadap sumber ekonomi mereka.

Namun, seiring tak meredanya serangan Iran, UEA dilaporkan memutuskan untuk terlibat langsung dalam perang.

Menurut laporan tersebut, salah satu operasi UEA adalah serangan terhadap kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, yang berada di kawasan Teluk Persia.

Serangan disebut terjadi pada awal April, bertepatan dengan pengumuman gencatan senjata oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah kampanye udara selama lima pekan.

Serangan itu memicu kebakaran besar dan mengganggu kapasitas produksi kilang selama berbulan-bulan.

Iran saat itu mengakui fasilitas tersebut terkena serangan yang disebut sebagai “serangan musuh”.

Sebagai balasan, Teheran meluncurkan gelombang rudal dan drone ke wilayah UEA dan Kuwait.

Salah satu sumber menyebut AS tidak melarang serangan tersebut karena gencatan senjata saat itu belum sepenuhnya berlaku. 

Washington bahkan disebut diam-diam menyambut keterlibatan UEA dan negara Teluk lain yang bersedia bergabung dalam operasi militer terhadap Iran.

Kementerian Luar Negeri UEA menolak memberikan komentar langsung terkait laporan itu, namun merujuk pada pernyataan sebelumnya yang menegaskan hak negara tersebut untuk merespons ancaman secara militer.

Sementara Pentagon juga menolak berkomentar. Gedung Putih hanya menyatakan Presiden Trump “memiliki semua opsi” dalam menghadapi Iran dan menegaskan AS masih memegang “pengaruh maksimal” terhadap Teheran.

Dampak Terlibat Langsungnya UEA dalam Perang Iran

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved