Iran Vs Amerika Memanas
Kapal Perang Termahal AS Angkat Kaki dari Konflik Iran Setelah Misi 11 Bulan
USS Gerald R. Ford, kapal perang termahal AS Rp215 triliun, dipulangkan usai 11 bulan tempur di konflik Iran dan dihantam masalah teknis.
Ringkasan Berita:
- Kapal induk senilai 13 miliar dolar milik AS akhirnya kembali ke pangkalan di Virginia setelah menjalani penugasan terlama sejak Perang Vietnam.
- Selama bertugas USS Gerald R. Ford mengalami masalah serius, termasuk kebakaran besar dan gangguan sistem toilet vakum. Beberapa teknologi canggih kapal juga mengalami kendala teknis
- USS Gerald R. Ford memainkan peran penting dalam operasi udara AS terhadap Iran dengan kemampuan meluncurkan jet tempur dan drone secara cepat menggunakan teknologi EMALS.
TRIBUNNEWS.COM - Kapal induk paling mahal milik AS, USS Gerald R. Ford, akhirnya kembali ke pangkalan Angkatan Laut di Norfolk, Virginia, setelah menjalani penugasan militer di berbagai kawasan konflik dunia.
Termasuk dalam konflik Iran yang berlangsung sejak Februari kemarin. Namun di tengah konflik Iran yang hingga kini masih belum benar-benar mereda kapal induk terbesar milik Angkatan Laut AS itu dipulangkan.
Keputusan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor besar, mulai dari lamanya masa penugasan, gangguan teknis serius, hingga kebutuhan perawatan besar-besaran setelah terlibat dalam operasi militer intensif di Timur Tengah.
USS Gerald R. Ford sebenarnya dirancang untuk menjalani operasi militer sekitar tujuh bulan. Namun situasi konflik Iran yang terus berkembang membuat kapal induk tersebut harus tetap berada di kawasan operasi jauh lebih lama dari jadwal awal.
Penugasan hampir 11 bulan itu bahkan disebut sebagai pengerahan operasional kapal induk terlama sejak era Perang Vietnam.
Kondisi tersebut memberikan tekanan besar terhadap para awak kapal sekaligus mempengaruhi performa teknis kapal induk senilai 13 miliar dolar AS tersebut.
Alasan USS Gerald R. Ford Dipulangkan
Selama berada di Timur Tengah, USS Gerald R. Ford juga menghadapi sejumlah masalah teknis yang cukup serius. Salah satu insiden terbesar terjadi pada Maret lalu ketika kebakaran besar melanda area pencucian kapal.
Proses pemadaman membutuhkan waktu hampir 30 jam dan berdampak terhadap sekitar 600 pelaut akibat kerusakan fasilitas di dalam kapal.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden itu memperlihatkan besarnya tantangan operasional yang dihadapi kapal induk tersebut selama bertugas di zona konflik.
Selain kebakaran, USS Gerald R. Ford juga berulang kali mengalami gangguan pada sistem toilet vakum yang menjadi sorotan media Amerika Serikat.
Sistem sanitasi kapal dilaporkan sering mengalami penyumbatan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari para awak kapal selama berbulan-bulan berada di laut.
Baca juga: AS Langgar Gencatan Senjata di Selat Hormuz, Iran Pukul Mundur Kapal AS ke Teluk Oman
Tidak hanya itu, mengutip dari CNN International beberapa sistem teknologi canggih yang menjadi keunggulan utama USS Gerald R. Ford juga disebut mengalami kendala teknis.
Sebelumnya, sejumlah pengamat pertahanan memang sempat mengkritik stabilitas beberapa teknologi baru yang digunakan kapal induk generasi terbaru tersebut.
Setelah menjalani operasi tempur panjang dan menghadapi berbagai tekanan teknis, USS Gerald R. Ford kini membutuhkan proses pemeliharaan dan perbaikan besar-besaran.
Sejumlah laporan menyebut kapal induk tersebut kemungkinan harus menjalani masa perawatan selama berbulan-bulan bahkan hingga satu tahun sebelum kembali siap diterjunkan dalam operasi militer berikutnya.