Iran Vs Amerika Memanas
Pentagon Panik! Stok Rudal AS Menipis, Trump Diminta Isi Ulang 10.000 Misil
Pentagon panik! Stok rudal AS disebut menipis usai perang Iran. Trump kini didesak percepat pasokan 10.000 misil baru untuk militer AS.
Ringkasan Berita:
- Pentagon menggandeng empat perusahaan pertahanan untuk memproduksi lebih dari 10.000 rudal murah dalam tiga tahun ke depan setelah stok amunisi AS disebut menipis akibat konflik di Timur Tengah.
- AS juga menyiapkan pembelian ribuan rudal hipersonik Blackbeard guna memperkuat kesiapan tempur dan mempercepat distribusi persenjataan menghadapi ancaman konflik global.
- Biaya perang melawan Iran dilaporkan telah menembus 29 miliar dolar AS, mendorong Pentagon mengubah strategi pengadaan senjata.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat melalui Pentagon resmi mengumumkan kesepakatan besar dengan sejumlah perusahaan pertahanan untuk mempercepat produksi ribuan rudal ramad dikantong dalam beberapa tahun kedepan.
Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan persenjataan militer Amerika Serikat setelah konflik berkepanjangan di Timur Tengah, termasuk perang melawan Iran yang disebut telah menguras stok amunisi utama militer AS.
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DOD) mengungkap telah mencapai kesepakatan kerangka kerja baru dengan empat perusahaan pertahanan besar, yakni Anduril, CoAspire, Leidos, dan Zone 5.
Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari program Low-Cost Containerized Missiles (LCCM) atau Rudal Kontainer Berbiaya Rendah yang dirancang untuk mempercepat produksi senjata dengan biaya lebih murah namun dalam jumlah besar.
Melalui program tersebut, Pentagon menargetkan pembelian lebih dari 10.000 rudal dalam tiga tahun ke depan.
Rudal-rudal itu dirancang dalam sistem kontainer khusus agar lebih mudah dipindahkan, disimpan, dan diluncurkan di berbagai medan operasi militer.
Selain itu, Pentagon juga mengumumkan kerjasama terpisah dengan perusahaan teknologi pertahanan Castelion.
Perusahaan rintisan tersebut nantinya akan memasok rudal hipersonik Blackbeard setelah seluruh proses pengujian dan validasi selesai dilakukan.
Pentagon menilai pendekatan baru ini akan membantu militer Amerika Serikat memperkuat kesiapan tempur sekaligus mempercepat distribusi persenjataan di tengah ancaman konflik global yang semakin kompleks.
AS Ingin Produksi Rudal Massal Lebih Cepat
Lebih lanjut, dalam kesepakatan itu, Departemen Pertahanan AS berencana membeli sekitar 500 rudal Blackbeard setiap tahun selama dua tahun awal kontrak. Kontrak tersebut bahkan memiliki opsi perpanjangan hingga lima tahun.
Tidak hanya itu, Pentagon juga disebut sedang mengajukan otorisasi dan anggaran kepada Kongres untuk membeli lebih dari 12.000 rudal hipersonik Blackbeard dalam lima tahun mendatang.
Wakil Menteri Pertahanan untuk Penelitian dan Rekayasa, Emil Michael, mengatakan program ini menjadi langkah besar dalam mempercepat produksi senjata dengan biaya yang lebih efisien.
Baca juga: Stok Rudal AS Menyusut Imbas Pengalihan Senjata ke Timur Tengah
“Kami akan menyediakan pasokan massal yang terjangkau bagi para prajurit kami dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Emil Michael dalam pernyataan resmi Pentagon.
Menurutnya, kesepakatan tersebut juga menjadi sinyal kuat bagi industri pertahanan Amerika agar meningkatkan investasi dalam penelitian, pengembangan teknologi, serta fasilitas produksi militer.
Terlebih belakangan ini stok sejumlah amunisi utama militer AS mengalami penurunan di tengah melonjaknya biaya perang akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat di Timur Tengah, khususnya perang dengan Iran.