Piala Dunia 2026
Jual 1.000 Tiket Murah Piala Dunia 2026, Wali Kota New York Kena Kritik: Pengeluaran Rp1,4 T
Wali Kota New York dikritik usai hanya sediakan 1.000 tiket murah Piala Dunia 2026, meski dana publik Rp1,4 triliun digelontorkan.
Ringkasan Berita:
- New York menyediakan 1.000 tiket Piala Dunia 2026 seharga 50 dolar AS untuk warga kota.
- Kebijakan itu menuai kritik karena dianggap tak sebanding dengan dana publik Rp1,4 triliun untuk FIFA.
- Harga tiket dan biaya transportasi yang mahal memicu tudingan Piala Dunia makin jauh dari rakyat.
TRIBUNNEWS.COM - Wali Kota New York, Zohran Mamdani, mengumumkan program penjualan tiket murah Piala Dunia 2026 seharga 50 dolar AS atau sekitar Rp820 ribu untuk warga kota.
Namun di balik langkah yang dipromosikan sebagai upaya “akses untuk rakyat”, kebijakan itu justru memicu kritik karena dinilai terlalu kecil dibanding besarnya dana publik yang sudah digelontorkan pemerintah daerah demi turnamen FIFA.
Program tersebut hanya menyediakan 1.000 tiket untuk tujuh pertandingan di Stadion MetLife, New Jersey, lokasi utama laga Piala Dunia 2026 kawasan New York atau New Jersey.
Tiket akan dibagikan melalui sistem undian dan masing-masing laga hanya menyediakan sekitar 150 kursi murah.
Kritik muncul karena New York sebelumnya diketahui mengalokasikan sekitar 90 juta dolar AS atau lebih dari Rp1,4 triliun untuk mendukung penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Namun dari investasi besar itu, warga hanya mendapat akses terbatas terhadap tiket murah.
Media-media Amerika menyoroti ketimpangan antara semangat “festival rakyat” dengan realitas harga tiket yang melonjak tajam akibat sistem dynamic pricing FIFA.
Harga tiket termurah untuk laga fase grup di wilayah New York disebut telah menembus 500 hingga 1.000 dolar AS di pasar resmi dan resale.
Bahkan tiket final dilaporkan mendekati 33 ribu dolar AS atau lebih dari Rp540 juta.
Kondisi ini memunculkan tudingan bahwa Piala Dunia 2026 semakin menjauh dari basis penggemar kelas pekerja. Dalam laporan The Guardian, Mamdani sendiri sebelumnya sempat menyerang FIFA karena dianggap membiarkan harga tiket “tak masuk akal” akibat mekanisme dynamic pricing.
“Piala Dunia datang ke halaman belakang kita, dan kami ingin memastikan warga kelas pekerja New York tetap punya kesempatan menjadi bagian dari itu,” kata Mamdani saat pengumuman program tiket murah di Harlem, dikutip dari Deadspin.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai langkah tersebut lebih bersifat simbolik dibanding solusi nyata atas mahalnya biaya menonton langsung Piala Dunia di Amerika Serikat.
Baca juga: FIFA Naikkan Harga Tiket Piala Dunia 2026, Laga Final Dibenderol Rp187 Juta
Selain tiket pertandingan, biaya transportasi menuju Stadion MetLife juga ikut menjadi sorotan.
Tarif perjalanan pulang-pergi menggunakan kereta dari Manhattan ke stadion sempat dipatok hingga 150 dolar AS sebelum akhirnya diturunkan menjadi sekitar 100 dolar AS setelah menuai protes publik.
Tarif bus bahkan diperkirakan mencapai 80 dolar AS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BUKA-PUASA-MAMDANI-Walikota-New-York-Zohran-Mamdani-gelar-buka-puasa-di-Balai-Kota-New-York-1.jpg)