Sabtu, 23 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Mojtaba Khamenei Pasang Badan! Uranium Iran Dilarang Keluar Negeri meski AS Mendesak

Iran larang uranium diperkaya keluar negeri meski ditekan AS. Teheran curiga negosiasi damai hanya jebakan sebelum serangan baru.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Mojtaba Khamenei memerintahkan uranium diperkaya tetap berada di dalam negeri. Teheran menilai uranium merupakan aset strategis yang berkaitan dengan keamanan nasional.
  • Teheran juga takut uranium yang dipindahkan ke luar negeri akan disita permanen dan membuat Iran kehilangan alat pertahanan strategis di kawasan Timur Tengah.
  • Meski ketegangan memanas, AS dan Iran masih melanjutkan diplomasi terkait program nuklir. Washington mengklaim ada “tanda positif” dalam pembicaraan.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Iran menolak keras wacana pemindahan uranium diperkaya ke luar negeri sebagai bagian dari kesepakatan damai dengan Amerika Serikat dan Israel.

Menurut sumber-sumber senior Iran, Pemimpin tertinggi Mojtaba Khamenei mengeluarkan arahan tegas agar seluruh lingkaran elite pemerintahan bahwa uranium yang telah diperkaya hingga mendekati level senjata nuklir tidak boleh dipindahkan ke negara lain dalam kondisi apapun.

“Arahan pemimpin tertinggi dan konsensus pemerintahan adalah bahwa persediaan uranium diperkaya tidak boleh meninggalkan negara ini,” ujar salah satu sumber yang berbicara secara anonim, sebagaimana dikutip dari The Times of Israel, Jumat (22/5/2026)

Langkah itu diambil di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan negosiasi rumit antara Teheran, Washington, dan Tel Aviv terkait program nuklir Iran.

Sumber internal pemerintah Iran menyebut para pejabat tinggi negara itu memiliki kecurigaan mendalam terhadap niat Amerika Serikat dan Israel.

Teheran meyakini bahwa jeda konflik dan pembicaraan damai yang sedang berlangsung bisa saja hanya menjadi strategi sementara untuk menciptakan rasa aman sebelum kemungkinan serangan baru dilancarkan.

Karena itu, Iran menilai pemindahan uranium ke luar negeri justru akan membuat negara tersebut kehilangan alat pertahanan strategis yang selama ini dianggap penting untuk menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan.

Selain faktor keamanan, uranium diperkaya juga dipandang sebagai aset politik dan diplomatik bernilai tinggi bagi Iran.

Cadangan uranium tersebut dinilai menjadi salah satu kartu tawar utama Teheran dalam negosiasi dengan negara-negara Barat, terutama terkait pencabutan sanksi ekonomi dan jaminan keamanan kawasan.

Pemerintah Iran juga khawatir bahwa apabila uranium dipindahkan keluar negeri, material tersebut berpotensi disita permanen dan tidak akan dikembalikan.

Kecurigaan itu muncul karena hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel selama bertahun-tahun dipenuhi ketegangan politik, sanksi ekonomi, hingga ancaman militer.

Bagi pemerintahan Teheran, mempertahankan uranium di dalam negeri bukan hanya soal teknologi nuklir, tetapi juga simbol kedaulatan dan penolakan terhadap tekanan Barat.

Perbedaan sikap antara Iran dan Amerika Serikat itu kini menjadi salah satu hambatan terbesar dalam upaya mencapai kesepakatan damai baru di kawasan Timur Tengah.

Baca juga: Iran Dibuat Was-was, Trump Rebut Uranium Tak Akan Biarkan Teheran Punya Senjata Nuklir

Iran Miliki Ratusan Kilogram Uranium Diperkaya

Menurut laporan terbaru Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran saat ini memiliki lebih dari 440 kilogram uranium yang diperkaya hingga tingkat kemurnian 60 persen.

Tingkat pengayaan tersebut memang masih berada di bawah ambang senjata nuklir, namun dinilai sudah mendekati level yang dapat digunakan untuk memproduksi bom atom apabila diperkaya lebih lanjut hingga sekitar 90 persen.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved