Paris Diguncang Skandal Pelecehan Anak, Hampir 100 Sekolah dan TK Diselidiki
Kasus pelecehan seksual anak oleh staf sekolah memicu investigasi besar dan protes massal orang tua di Paris.
The Guardian juga mengungkap dugaan pemerkosaan terhadap anak usia tiga tahun di salah satu sekolah di Paris barat.
Dalam kasus lain, seorang pengawas sekolah diduga dipindahkan ke sekolah berbeda meski sebelumnya telah menerima keluhan karena melakukan kekerasan terhadap murid.
Para pengacara keluarga korban menyebut banyak anak kini mengalami trauma psikologis serius akibat dugaan pelecehan tersebut.
“Ini seperti penyiksaan harian bagi para orang tua yang terus menunggu perkembangan penyelidikan,” ujar pengacara Louis Cailliez kepada media Prancis.
Orang Tua di Paris Dilanda Ketakutan
Baca juga: Elon Musk Terseret Skandal Kasus Pelecehan Anak, Kantornya di Paris Digerebek Jaksa
Skandal ini menciptakan iklim ketakutan dan ketidakpercayaan besar di kalangan keluarga muda di Paris.
Aksi demonstrasi digelar di berbagai sudut kota dengan slogan seperti “Lindungi anak-anak kami” dan “Sekolah bukan tempat predator”.
Banyak orang tua menuding pemerintah kota Paris gagal menanggapi laporan awal secara serius selama bertahun-tahun.
Salah satu ayah korban yang diwawancarai BBC menceritakan bagaimana keluarganya mulai curiga setelah melihat perubahan perilaku putrinya yang baru berusia empat tahun.
“Istri saya bertanya apakah dia pernah disentuh di sekolah dan anak kami menjawab ‘Ya, David menyentuhku dan memelukku’,” ujarnya.
Ketika diminta memperagakan apa yang terjadi, sang anak disebut menunjukkan gerakan sentuhan yang membuat orang tuanya sadar ada sesuatu yang salah.
Kelompok #MeTooEcole mengatakan kasus ini menghancurkan anggapan lama bahwa sekolah otomatis menjadi tempat aman bagi anak-anak di Prancis.
“Masyarakat Prancis mulai sadar bahwa anak-anak tidak terlindungi sepenuhnya dari kekerasan dan perilaku predator di lingkungan sekolah,” ujar salah satu juru bicara kelompok tersebut.
Sistem Rekrutmen Pengawas Sekolah Disorot
Baca juga: Guru SD di Serpong Tangsel Ditangkap Polisi Terkait Dugaan Pelecehan Anak, 9 Orangtua Melapor
Skandal ini juga membuka sorotan besar terhadap sistem perekrutan pengawas sekolah di Paris.
Para animateurs merupakan staf non-guru yang bertugas mengawasi anak-anak saat makan siang, jam istirahat, tidur siang, hingga kegiatan sore hari setelah pelajaran selesai.
Mereka direkrut oleh pemerintah kota, bukan langsung oleh kementerian pendidikan.