Idul Adha 2026
Krisis Idul Adha di Gaza: Harga Kurban Domba Capai Rp 94 Juta per Ekor
Seekor domba atau kambing yang dijual sebelum perang seharga sekitar Rp6,3 juta kini dihargai antara Rp68,9 juta hingga Rp93,9 juta
Ringkasan Berita:
- Warga Gaza tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti pakaian dan makanan lebaran akibat dampak perang serta lonjakan harga yang ekstrem.
- Harga seekor domba kini melonjak drastis hingga berkisar antara Rp68,9 juta sampai Rp93,9 juta, jauh dibandingkan harga sebelum perang yang hanya sekitar Rp6,3 juta.
- Populasi domba di Gaza kini hanya tersisa seperempat dari jumlah sebelum perang, memicu kelangkaan pasokan yang berujung pada melambungnya harga hewan kurban.
TRIBUNNEWS.COM - Momen perayaan Idul Adha yang biasanya dipenuhi sukacita di Gaza, Palestina, pada tahun ini justru menjadi masa yang penuh keprihatinan.
Keinginan warga untuk membeli pakaian baru bagi anak-anak, hewan kurban, hingga kue lebaran kini nyaris mustahil terpenuhi karena harga yang melambung tinggi serta kelangkaan barang.
Hal ini diungkapkan oleh Nadia Abu Shamala, seorang warga Palestina yang mengungsi dari Gaza utara ke Deir al-Balah.
Nadia mengaku hanya bisa berkeliling pasar tanpa membawa apa pun pulang.
“Saya pergi ke pasar hanya untuk melihat-lihat karena saya tidak mampu membeli apa pun. Setiap kali saya bertanya tentang harga, saya pulang dengan hati yang hancur,” ujar Nadia seperti yang dilansir dari AFP pada Selasa (26/5/2026).
Sosok wanita berusia 40 tahun itu menuturkan bahwa Idul Adha tahun ini menjadi momen yang sangat sulit bagi hidupnya.
“Tahun ini, Idul Adha datang tanpa ada kegembiraan yang biasa kami kenal di Gaza karena dampak perang, harga yang melonjak, dan ketidakmampuan kami untuk menyediakan kebutuhan paling sederhana sekalipun bagi anak-anak kami,” tambahnya.
Meski gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat telah berlangsung sejak Oktober 2025, serangan udara Israel masih sering terjadi di wilayahnya tersebut.
Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), 80 persen bangunan di Gaza telah rusak akibat perang dan mayoritas penduduknya kini sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Akses masuk ke Gaza yang dikuasai Israel pun menyebabkan arus bantuan dan barang komersial sangat terbatas.
Baca juga: Wapres Gibran dan Jan Ethes Kompak Kenakan Baju Hijau saat Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal
Hal ini memicu lonjakan harga yang ekstrem di tengah minimnya pasokan.
Di tengah kondisi ekonomi yang terpuruk, sebagian warga masih berupaya menjaga tradisi Idul Adha.
Hal ini dilakukan oleh Abu Abdullah al-Mosadar (59), misalnya, yang terpaksa patungan bersama saudaranya untuk membeli hewan kurban.
“Gencatan senjata itu adalah kebohongan besar, tetapi apa pun itu, kami berusaha menciptakan kegembiraan untuk anak-anak,” ungkapnya.